SuaraBatam.id - Dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Batam dinyatakan sembuh. Hal ini menjadikan Batam nihil Covid-19 per hari ini, Sabtu 11 Desember 2021.
"Alhamdulillah hari ini seluruh pasien yang dirawat telah sembuh, Batam kembali ke zona hijau dan nol kasus COVID-19," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Batam Azril Apriansyah dalam pesan aplikasi di Batam, Sabtu.
Satgas mencatat total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sejak awal pandemi sebanyak 25.843 orang, sebanyak 25.001 orang di antaranya pulih dan 842 orang lainnya meninggal.
Disebutkan, dari 842 kasus meninggal di Batam, 433 di antaranya tanpa komorbid dan 409 lainnya dengan komorbid.
Selain itu, seluruh kecamatan di Batam menjadi zona hijau COVID-19.
"Tingkat kesembuhan 96,742 persen, kematian 3,258 persen, kasus aktif nol persen atau nol kasus," kata Azril.
Penyakit komorbid paling banyak pada kasus kematian pasien COVID-19 adalah diabetes melitus sebanyak 216 kasus, hipertensi sebanyak 182 kasus, dan pneumonia sebanyak 104 kasus.
Sementara itu, hasil asesmen situasi COVID-19 Batam per 9 Desember 2021 adalah PPKM level 1.
Disebutkan penilaian transmisi komunitas tingkat 1 dengan kasus konfirmasi 0,13 per 100 ribu penduduk per pekan, rawat inap 0,00 per 100 ribu penduduk per pekan, dan kematian 0,00 per 100 ribu penduduk per pekan.
Baca Juga: Tren Wisata Membaik, Asuransi Perjalanan Diprediksi Meningkat
Lalu untuk testing dinilai memadai, dengan positivity rate 0,01 persen per pekan, tracing juga dinilai memadai dengan rasio kontak erat yang diperiksa 15,0 per kasus konfirmasi per pekan, dan treatment memadai dengan 1,27 persen BOR per pekan.
Begitu pula dengan vaksinasi dinilai memadai dengan total 99,62 persen warga sasaran telah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Sedangkan khusus lansia, sebanyak 82,69 persen warga sasaran telah divaksinasi dosis pertama. (antara)
Berita Terkait
-
Sehari di Bukit Gundaling: Momen Perpisahan Bersama Teman Sebelum ke Batam
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
-
UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam
-
Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pemprov Kepri Investigasi Kasus Ratusan Siswa Keracunan MBG di Anambas
-
BRI Hadirkan Promo Kartu Kredit, Belanja di Luar Negeri Lebih Hemat dan Praktis
-
Kasus Polisi Muda Tewas Dianiaya, Empat Anggota Polda Kepri Dipecat
-
Mudahkan Akses Uang Tunai, BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay
-
Inovasi dari Perbatasan: Li Claudia Chandra Diganjar KWP Award 2026