SuaraBatam.id - Komando Operasi Angkatan Udara (Koops AU) I menggelar latihan parasailing skadron udara bersama di Batam.
Sebanyak 29 orang penerbang skadron udara 1 Pontianak, skadron udara 12 dan 16 Pekanbaru guna bersiap untuk menyelamatkan diri apabila terjadi kondisi gawat darurat di atas perairan.
Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) I Marsekal Muda TNI Tedi Rizalihadi menyatakan sengaja menggelar latihan itu guna melatih penerbang tempur untuk siap menyelamatkan diri apabila mengalami kondisi yang tidak diharapkan.
"Apabila terjadi diharapkan penerbang sudah tahu manakala dia 'escape' atau 'eject' dari pesawat di atas laut," kata Pangkoopsau I usai meninjau pelaksanaan latihan di Kepri Coral Kota Batam Kepulauan Riau, Sabtu.
Menurut dia, latihan parasailing di atas laut menjadi penting, karena karakteristiknya berbeda dengan daratan.
"Di mana payung yang digunakan penerbang saat loncat harus dilepas dari badan," kata dia.
Apabila tidak dilepas, maka bisa membahayakan. Apalagi kalau sampai tersangkut, maka dapat membuat penerbang tidak selamat.
Karenanya, penerbang harus menguasai waktu yang tepat untuk mengembangkan dan melepas payung.
"Tentunya (kejadian penyelamatan seperti yang dilatih dalam ) latihan ini tidak kita harapkan terjadi, penerbang wajib dibekali agar lebih percaya diri dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara," kata dia.
Baca Juga: M. Rudi Siapkan Aturan Proteksi Warga Batam dari Virus Omicron
Ia bersyukur latihan yang digelar di perairan Batam terlaksana dengan aman.
Saat latihan, penerbang tempur terlempar dari pesawat, yang diikuti parasut terjun terkembang beberapa saat kemudian.
Penerbang tempur harus melepas dan membuang payung di ketinggian sekitar lima hingga tujuh meter saat hendak mendarat di laut.
Sementara itu, selain melihat langsung latihan parasailing, Pangkoopsau menyempatkan diri melaksanakan kunjungan kerja di Lanud Hang Nadim, sekaligus meninjau pengembangan fasilitas yang terdapat di sana, pada Jumat (03/12).
Dalam kunjungannya ia mengingatkan jajarannya untuk menghindari tindakan bersinggungan dengan hukum serta lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan media sosial.
Panglima juga berharap jajarannya membina keakraban dengan satuan samping, Polri, institusi pemerintah serta masyarakat umum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
Terkini
-
Beasiswa untuk 1.100 Mahasiswa 7 Kampus Negeri Ternama, Batam Jadi Tujuan Belajar
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen
-
Wakil Kepala BGN Ingatkan Pihak Terkait MBG Bekerja Sama dengan Baik
-
BGN Minta Mitra dan Yayasan Peduli Terhadap Siswa-siswi Penerima Manfaat
-
Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Kepri Dimutasi, Berikut Namanya