SuaraBatam.id - Saat kedatangan bulan, perempuan cenderung dikaitkan dengan emosi alias mudah marah. Gejala emosional itu lazim dirasakan oleh wanita karena sedang merasakan efek menstruasi.
Saat datang bulan perempuan menghadapi gejala fisik, seperti nyeri atau kram pada perut, melainkan juga gejala emosional. Kamu juga merasakannya?
Menurut Psikolog Klinis, Tara de Thouars, perubahan mood pada masa PMS ini disebabkan oleh naik turunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh.
Berkaitan dengan suasana hati, hormon ini dapat memengaruhi produksi dan efek endorfin, yaitu unsur di otak yang mendatangkan rasa nyaman dan kesenangan.
Estrogen juga akan meningkatkan kadar serotonin yang berperan dalam hal nafsu makan, mood, dan pola tidur.
Efek hormon estrogen ini bisa berbeda-beda pada tiap wanita. Sebagian wanita bisa lebih sensitif terhadap perubahan kadar estrogen di masa datang bulan daripada wanita lainnya.
Nah, kelompok wanita inilah yang paling rentan mengalami mood buruk saat datang bulan.
“Jadi kalau kita menstruasi kita, hormon seksual kita, yaitu estrogen ini yang bikin mempengaruhi mood. Tapi biar mood-nya lebih positif kita harus naikkin hormone happy. Caranya, dengan melihat atau melakukan hal-hal yang menarik, melakukan hal-hal yang menyenangkan, jadi hormonnya itu naik semua, jadi mood yang tadinya drop itu bisa keangkat,” jelas Tara, dikutip dari herstory Kamis (2/2/21).
Dikatakan Tara, mood saat menstruasi yang cenderung tak menentu ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, penting bagi wanita untuk bisa mengelola emosi, even saat kita gak lagi menstruasi.
Karena kata Tara, jika kita gak bisa mengelola emosi dengan baik, pastinya itu akan terbawa terus sampai kita dewasa, bahkan sampai kita tua.
Baca Juga: Gaduh Mensos Risma, Trending di Twitter Paksa Tuna Rungu Bicara, Warganet: Speechless gw!
Lantas, gimana ya caranya agar kita bisa mengelola emosi dengan baik?
“Mengelola emosi ini jelas penting ya, baik itu saat menstruasi ataupun lagi gak menstruasi. Sebab, kalau kita gak bisa mengelola emosi dengan baik ya pasti akan kebawa terus sampai dewasa, bahkan sampe tua. Kalau kita impulsive, ada hal yang gak menyenangkan terus kita langsung reaktif, kayak nangis-nangis. Nah, terlebih pada remaja, mereka pun punya kecenderungan seperti itu, bahasa psikologinya itu katastorpik, jadi hal yang tadinya kecil bisa jadi besar. Semisal dapat komentar yang gak enak, atau cuma lagi bete karena lagi mens, itu hatinya bisa kacau balau. Nah itu pentingnya kontrol diri, jangan sampai keseharian kita jadi berantakan. Jadi bukan berarti saat mood jelek, trus kita gak bisa ngapa-ngapain. Jadi lebih baik berpikir positif, cari cara buat diri nyaman, coba tingkatin hormon happy kamu, dengan cara yang kamu suka. Jadi saat mood kita lagi bete, atau down, biasanya negative thinking kita jadi lebih besar. Dan kalau mood kita udah jelek, pikiran kita tambah negatif, otomatis itu akan mempengaruhi aktivitas seharian kita,” tutur Tara.
Tag
Berita Terkait
-
Apakah Pembalut Bisa Kedaluwarsa? Sebaiknya Buang Jika Sudah Ada Tanda Ini
-
Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?
-
Apa Weton Paling Sabar tapi kalau Marah Sangat Mengerikan?
-
Tubuh Perempuan Bukan Aib: Mengapa Hal yang Normal Masih Dianggap Memalukan?
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pria di Anambas Ditemukan Tewas Dalam Rumah usai Cekcok dengan Istri
-
Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah
-
Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik
-
Fesmed Selat Malaka 2026, Mengawal "Biaya Ekologis" di Tengah Gemerlap Investasi AI