SuaraBatam.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad mengakui bahwa saat ini penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
Kata dia, penyebabnya karena kendala jaringan internet dan sinyal di beberapa daerah Terdepan, Terpencil, dan Terluar (3T) di Kepri.
Saat ini, Ansar mendorong Pemerintah Pusat dalam pembangunan Base Transceiver Station (BTS) atau stasiun pemancar sinyal dan jaringan komunikasi, baik di kawasan 3T maupun Non-3T.
"Kita akan dorong terus pertumbuhan BTS-BTS tersebut melalui Kominfo. Mudah-mudahan di tahun 2023 begitu satelit Satria sudah berfungsi diharapkan di Kepri sudah tidak ada lagi daerah-daerah yang mengalami 'Blank-spot'. Mudah-mudahan program ini bisa cepat terakselerasi," terangnya saat ditemui di Swiss-Belhotel, Batuampar, Selasa (16/11/2021).
Ansar mengingatkan, pentingnya penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), dilakukan secepatnya, sebagai salah satu bentuk transparansi pendapatan, belanja, maupun penggunaan sistem keuangan yang terintegrasi dengan sistem perbankan.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Kepri, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI), dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
"Kita di daerah menyelaraskan apa yang diminta oleh Pemerintah Pusat, mengenai upaya dalam meminimalisir oknum yang berupaya memainkan anggaran daerah. Lagipula dengan sistem elektronik ini, para pengawas dapat lebih mudah melakukan pemeriksaan, penggunaan anggaran oleh Pemerintah Daerah dan Kabupaten/Kota," lanjutnya.
Ansar menambahkan, kerjasama ini sebagai upaya perluasan ekosistem digital di Kepulauan Riau.
Sisi lain juga mendorong efisiensi dan sinergitas melalui pemanfaatan teknologi, inovasi produk, dan saluran distribusi.
Baca Juga: Ansar Ahmad Optimis Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Dimulai Tahun Depan
Untuk meningkatkan dan mengakselerasi implementasi elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah, baik di tingkat Provinsi maupun ditingkat Kabupaten/Kota.
Saat ini, pihaknya telah membentuk Roadmap dan Timeline ETPD yang disepakati bersama oleh seluruh kepala daerah se-Provinsi Kepulauan Riau secara serentak.
"Selain itu, kita juga meminta agar seluruh TP2DD di Provinsi Kepulauan Riau dapat saling menginspirasi dalam implementasi ETPD," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Musni Hardi K. Atmaja, menyampaikan bahwa Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) di wilayah Kepulauan Riau sangat berpotensi untuk terus diakselerasi dengan meningkatkan edukasi dan sosialisasi.
Guna meningkatkan literasi dan minat masyarakat khususnya dalam penggunaan kanal pembayaran digital, mendorong SP2D Online dan integrasi dengan CMS, mendorong kesiapan bank pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dan juga perbankan lainnya di Provinsi Kepulauan Riau, serta meningkatkan Infrastruktur IT.
"Bank Indonesia juga akan terus bersinergi mendukung digitalisasi daerah, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau," tegasnya.
Berita Terkait
-
Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru
-
OTP Dinilai Belum Cukup Lindungi Transaksi Digital, Ada Usulan Verifikasi Independen
-
Transaksi Digital Berkembang, Tarik Tunai Gratis Dukung Efisiensi Keuangan Masyarakat
-
Ramainya Bisnis Kuliner Jadi Peluang Perbankan Perluas Transaksi Digital
-
Transaksi Digital RI Tembus USD6,11 Miliar, AI Bakal Ubah Cara Perusahaan Bertransaksi
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas ke Batam, Dibongkar lalu Dijual Eceran
-
Empat Polisi Digerebek Diduga Pesta Narkoba di Batam Terancam Dipecat
-
Hujan Meteor Hiasi Langit Malam Lingga, Bisa Disaksikan Tanpa Teleskop
-
Kasus ISPA Batam Melonjak Akibat Kabut Asap, Anak dan Lansia Paling Rentan
-
Polda Kepri Resmi Larang Personel Gunakan Rokok Elektrik