SuaraBatam.id - Warga Batam, Kepulauan Riau yang belum divaksin dapat berkunjung ke Grand Mal.
Pasalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam telah mempermudah proses vaksinasi Covid-19 dengan menyediakan pos di mal itu setiap hari Sabtu dan Minggu.
Dikutip dari Batamnews, Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, pos vaksinasi itu diperuntukan bagi warga Batam yang berusia 18 tahun ke atas.
“Pos vaksin memang sengaja kami buat, untuk mengejar capaian vaksinasi Covid-19,” ujarnya, Senin (15/11/2021).
Ia menjelaskan, pos vaksin bertujuan untuk menyasar warga Batam yang belum divaksin baik dosis pertama dan kedua. Agar realisasi vaksinasi Covid-19 bisa tercapai dalam waktu dekat ini.
"Bisa dosis 1 dan 2. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Tapi jangan lupa bawa dokumen penting penunjang vaksinasi," kata dia.
Pihaknya menempatkan tenaga kesehatan secara bergiliran dari puskesmas di Kota Batam. Sementara untuk jenis vaksin yang disediakan yakni AstraZeneca dan Sinovac.
"Ini salah satu langkah kita untuk menekan laju Covid-19 dan mengejar target vaksinasi," kata dia.
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan vaksinasi harus patuh protokol kesehatan. Tak lupa, Didi juga mengajak masyarakat untuk vaksinasi bagi yang belum divaksin.
Hal itu mengingat pemerintah setempat tengah berupaya meningkatkan herd immunity masyarakat dengan vaksinasi Covid-19.
"Tetap disiplin prokes, dan segera vaksin bagi yang belum. Dengan dua hal ini kita bisa segera keluar dari wabah Covid-19 segera," ucapnya.
Baca Juga: Pemko Batam Tambah Batik dan Jong Jadi Koleksi Terbaru di Museum Raja Ali Haji
Hingga 12 November 2021, realisasi vaksinasi Covid-19 telah mencapai 87,06 persen atau 789.875 warga Batam telah divaksin untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua sudah mencapai 71,89 persen atau 652.309 orang.
Berita Terkait
-
Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI
-
Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker
-
BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT
-
Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus
-
Kolaborasi dengan China, Menkes Ungkap Ada Peluang Indonesia Produksi Vaksin DBD Berbasis mRNA
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar
-
Kualitas Udara Membaik, Siswa Batam Kembali Belajar di Sekolah
-
Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal
-
Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta
-
Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar