SuaraBatam.id - Saat ini bermunculan jenis virus baru bernama virus Nipah. Seorang ahli memberi peringatan bahwa virus ini berpotensi menjadi pandemi dunia berikutnya.
Virus Nipah sendiri masuk dalam daftar terbatas dari 10 penyakit prioritas yang telah diidentifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai sumber potensial epidemi di masa depan.
Pembuat vaksin Astrazaneca, Profesor Dame Sarah Gilbert mengatakan sekarang ini tidak ada vaksin Covid-19 untuk melawan virus Nipah yang menyebabkan pembengkakan otak.
Jika virus Nipah ini berkembang pada tingkat yang lebih cepat, seperti virus corona Covid-19. Maka, virus Nipah ini bisa menjadi bencana baru bagi dunia.
"Sekarang, semua orang mestinya sudah menyadari bagaimana proses virus corona Covid-19 ini menyebar ke seluruh dunia. Virus ini telah bermutasi, berevolusi dan membentuk varian Delta yang sangat menular," kata Dame Sarah dikutip dari The Sun.
Fenomena itu harusnya menjadi pelajaran bahwa virus Nipah mungkin saja berevolusi menjadi virus yang sangat menular dengan tingkat kematian 50 persen.
Dame Sarah mengatakan timnya sedang berjuang untuk mengumpulkan dana untuk mengembangkan vaksin virus Nipah.
Sebelum mulai mengerjakan vaksin AstraZeneca pada Januari 2020 lalu, Dame Sarah mengatakan bahwa dia telah mengerjakan vaksin untuk virus Nipah, demam Lassa, dan MERS.
Tetapi, semua pekerjaannya itu mundur akibat pandemi virus corona Covid-19. Pandemi ini juga membuat mereka belajar banyak hal untuk melakukan tindakan pencegahan lebih cepat, salah satunya kembali berusaha membuat vaksin untuk virus Nipah.
Baca Juga: Belum Ada Turis, Bandara Hang Nadim Batam Masih Didominasi Penumpang Domestik
"Kami butuh stok vaksin untuk virus yang sudah ditemukan. Langkah ini untuk berjaga-jaga, bila virus Nipah menjadi wabah di seluruh dunia," katanya.
Para ilmuwan sebelumnya juga mengatakan bahwa virus Nipah berpotensi menjadi penyebab pandemi baru. Karena itu, potensi wabah virus Nipah ini harus dihentikan atau dikelola.
Berita Terkait
-
Virus Mematikan Serang Belanda, Sudah 3 Orang Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi
-
Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI
-
Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker
-
BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT
-
Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar
-
Kualitas Udara Membaik, Siswa Batam Kembali Belajar di Sekolah
-
Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal
-
Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta
-
Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar