SuaraBatam.id - Setelah menikah, pasangan pengantin akan segera melewati malam pertamanya. Namun, malam pertama pasangan suami dan istri boleh ditunda dengan hukum islam sebagai mubah atau diperbolehkan.
Di mana sepasang suami istri boleh menunda sampai waktu tertentu untuk berhubungan intim atau jimak.
Dikutip dari hops.id, dalam Fatwa Syabakah Islamiyah dinyatakan, “Syariat tidak menentukan batas waktu tertentu sebagai rentang antara akad dengan kumpul. Karena itu, acuan dalam rentang ini kembali kepada ‘urf (tradisi masyarakat) atau kesepakatan antara suami istri.”
Sebelum melakukan malam pertama, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pasangan pengantin terkait cara berhubungan intim.
Berikut sejumlah hal penting yang perlu diketahui pengantin baru tentang hubungan intim.
Pertama, terimalah hubungan intim sebagai bagian dari kehidupan yang sehat dan halal. Allah SWT menciptakan manusia dengan hasrat seksual, dan dalam Islam, tidak ada yang memalukan tentang hal itu asalkan itu dilakukan sesuai syariat. Islam hanya memberikan pedoman untuk kita ikuti tentang siapa dan kapan kita bisa memenuhi hasrat seksual kita.
Namun, sebenarnya hubungan seks bukanlah hal yang salah. Sebaliknya, berhubungan intim jika dilakukan dengan cara yang halal adalah berkah dari Allah SWT di mana seseorang yang menjalankannya akan mendapatkan pahala yang baik untuk melakukannya.
Kedua, berhubungan intim bukan suatu keharusan di malam pertama. Seharusnya tidak ada harapan selain menikmati kebersamaan satu sama lain dan merasa nyaman menjadi akrab satu sama lain. Jika sepasang suami istri merasa terinspirasi melakukan hubungan intim pada malam pertama, tidak apa-apa. Namun jika salah satu dari keduanya merasa terlalu lelah dan lebih suka tertidur dalam pelukan satu sama lain, itu juga bagus.
“Santai dan jaga hal-hal alami antara Anda dan istri Anda. Jangan memaksakan diri karena itu bisa membuat Anda gelisah dan gelisah di saat Anda dan istri seharusnya bahagia. Sebaliknya, habiskan waktu untuk mengenal satu sama lain dan akhirnya menjadi akrab satu sama lain,” kutip Anadolu.
Baca Juga: Bedak Pengantin Dibilang Mirip Cat Tembok, Hasil Akhir Riasannya Bikin Pangling
Ketiga, jangan sampai terluka. Jika pertama kali seorang Muslim melakukan penetrasi dalam berhubungan intim, kemungkinan akan ada sedikit rasa sakit atau tekanan.
Meskipun demikian, secara keseluruhan itu harus tetap dilakukan dengan menyenangkan dan tidak menyakiti pasangan. Jadi jika sangat sakit, maka dianjurkan menghentikan seks. Hal ini bisa menjadi sinyal pasangan itu membutuhkan lebih banyak pemanasan atau lubrikasi.
Keempat, jangan sampai banyak mengeluarkan darah. Pendarahan berasal dari robeknya selaput dara, yang pada dasarnya merupakan jaringan di dalam vagina. Semua wanita memiliki jumlah jaringan yang berbeda, dan dalam kasus yang jarang terjadi, mereka tidak dilahirkan dengan jaringan apa pun.
Beberapa wanita tidak mengalami pendarahan sama sekali, tetapi memang benar beberapa wanita mengalami pendarahan yang banyak. Benar-benar tidak ada cara untuk memprediksi seberapa banyak seorang wanita akan berdarah dalam melakukan seks. Jika darang keluar terlalu banyak, maka jangan dipaksakan melanjutkan hubungan intim.
Berita Terkait
-
Banjir Kritik Netizen, Drama The Scandal Dinilai Terlalu Fokus pada Adegan Intim
-
Arti Mimpi Jadi Pengantin Menurut Pakar Spiritual, Benarkah Tanda akan Meninggal Dunia?
-
Pengantin Pesanan: Saat Pernikahan Jadi Modus Perdagangan Orang
-
Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah
-
Dijanjikan Rp10 Juta Sebulan di China, Ternyata Dijual! Bareskrim Bongkar Sindikat Pengantin Pesanan
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen