SuaraBatam.id - Pemerintah Singapura masih menutup akses masuk warga Indonesia untuk berwisata ke negara itu. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.
Indonesia berharap bisa menyampaikan nota kesepahaman (MoU) tentang kepariwisataan kepada Pemerintah Singapura agar akses kedua negara dibuka.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, MoU antara Pemerintah Indonesia dan Singapura bahwa Pemerintah Indonesia masih dalam persiapan.
Mou ini dapat menjadi sinyal dibuka kembali akses warga Singapura berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kepri, khususnya kawasan pariwisata berskala internasional di Lagoi, Kabupaten Bintan.
Kata dia untuk membuka akses pariwisata membutuhkan kesepakatan kedua negara.
"Tidak bisa langsung buka. Kalau buka tanpa kesepakatan, siapa juga yang akan berkunjung kalau kedua negara masih menutup akses tersebut," ucapnya.
Sementara menurut dia pengelola kawasan pariwisata di Lagoi sudah sejak beberapa bulan lalu siap menerima kunjungan wisatawan asal Singapura. Kesiapan pengelola pariwisata Lagoi antara lain penyediaan kawasan khusus untuk wisatawasan asing yang berkunjung ke Lagoi, membangun sistem pelacakan melalui barkode terhadap wisatawan untuk memudahkan penelusuran bila ada yang tertular COVID-19, dan membangun kerja sama dengan RSUP Kepri di Tanjungpinang dan Rumah Sakit Khusus Infeksi di Galang, Batam.
"Sekitar 5000 orang yang bekerja di Lagoi sudah divaksin," ucapnya.
Buralimar berharap MoU antara Pemerintah Indonesia dan Singapura segera disepakati sehingga pada Oktober 2021 dapat dilaksanakan kedua negara. Ia merasa optimistis Pemerintah Singapura menyetujui, dan membuka akses masyarakatnya untuk berlibur di Lagoi.
Baca Juga: 8 Peserta Tes CPNS di Batam Terkonfirmasi Positif Covid-19
"Kenapa wisatawan asal Singapura menjadi primadona, karena bertetangga dengan Bintan, ada kapal yang bisa mengangkut penumpang dari negara itu langsung ke pelabuhan di Lagoi. Sebelum pandemi, turis asal Singapura terbanyak berkunjung ke Lagoi," katanya.
Saat ini, menurut dia, sejumlah investor dari berbagai negara mulai membangun tujuh hotel berbintang di kawasan pariwisata berskala internasional di Lagoi yakni Four Points by Sheraton, Hotel Indigo, Holiday Inn, Alilla Villas Bintan, The Haven, Chiva-Som Bintan, dan D'Prima Budget Hotel.
"Ada harapan besar sektor pariwisata di Bintan, khususnya Lagoi kembali bangkit. Pendirian hotel baru sebagai bentuk optimisme para pengusaha bahwa ada harapan besar sektor pariwisata di Lagoi, bangkit," ujarnya.
Saat ini, hotel dan restoran Lagoi sudah membuka diri melayani wisatawan domestik. Sementara untuk wisatawan asing, perlu mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Kebijakan itu semata-mata untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Sebanyak 10 hotel dan restoran yang masih beroperasi di Lagoi. Hotel dan restoran itu yakni Nirwana Gardens, The Banyan Tree, Angsana Resorts, Cassia Bintan, Ria Bintan Lodge, Natra Bintan, Anmon Resorts, Holiday Villa, Kamuella Villas, dan The Sanchaya.
Aktivitas di hotel dan restoran itu dikurangi atau disesuaikan dengan kondisi saat ini. Begitu pula dengan jumlah karyawannya, pemilik hotel dan restoran berupaya tidak memangkasnya, meski dalam kondisi sulit.
Berita Terkait
-
Cakep! Berwisata ke Banyuwangi Cukup Bayar Pakai Sampah
-
Universal Studios Beijing Akan Dibuka, Tiketnya Ludes dalam Waktu 1 Jam
-
Puluhan Bus Pariwisata Lolos Masuk Parangtritis, Modusnya Baksos Hingga Datang Dini Hari
-
Ada Pergantian, 3 Destinasi Wisata di DIY Ini Segera Lakukan Uji Coba Pembukaan
-
Ini Alasan Kemenparekraf Belum Buka Wisata Bali
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
ABK Kasus Sabu 2 Ton Bebas Hukuman Mati, Habiburokhman Bilang Begini
-
Apa Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, Ini Kata Ketua PERBANAS
-
Transformasi BRIVolution Reignite Perkuat Kinerja, Laba Anak Usaha BRI Group Tembus Rp10,38 Triliun
-
Kasus Sabu 2 Ton, ABK Fandi Ramadhan Akhirnya Bebas dari Hukuman Mati
-
Silaturahmi Ramadan BRI: Aset Tembus Rp2.135 Triliun, Dukungan Jurnalisme Rp250 Juta