Bertahan di Tenda Darurat
Pantauan di lokasi, saat ini warga yang merupakan korban, terlihat bertahan sementara di tenda yang disediakan oleh Dinas Sosial Pemko Batam, dan tenda yang didirikan oleh perangkat RT/RW setempat.
Selain itu, di Balai Pertemuan terlihat antrian warga yang menunggu bantuan makan siang, oleh para petugas Dinsos.
Peristiwa naas ini disinyalir terjadi pada pukul 18.30 wib, dan berawal dari salah satu kamar rumah kontrakan yang berada di blok F17.
"Dugaan mungkin karena arus listrik, tapi belum tahu juga karena sebagian warga ada yang bilang karena ledakan tabung gas," terang Hendra Gunan, Ketua RT 04 saat ditemui, Kamis (9/9/2021).
Sebagai perangkat RT, Hendra mengaku bahwa para warga saat ini hanya bisa mengharapkan bantuan para dermawan, dimana bantuan yang didapat hingga saat ini adalah konsumsi dan juga bantuan pakaian.
"Karena seluruh warga saat kejadian tidak berada di rumah masing-masing. Jadi benda berharga mereka sebagian besar hanya pakaian yang mereka gunakan malam tadi," ungkap Hendra.
Tidak hanya itu, sebagian warga juga terlihat mulai mengumpulkan sisa besi, seng, dan sisa perabot dari puing-puing rumah.
Adapun besi yang dikumpulkan ini, nantinya akan dijual kembali, sebagai modal untuk mencari kost sebagai lokasi tempat tinggal sementara.
Baca Juga: Cerita Orang Tua Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Masih Chattingan Jam 1 Malam
"Lumayan kan besi nya bisa dijual. Uang nya untuk biaya kost dulu sebulan," terang Ahmad salah satu warga yang terlihat tengah menggotong besi.
Leni, salah satu warga ruli Baloi Mas lainnya, juga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya.
Ditemui tidak jauh dari posko sementara yang dibangun secara swadaya, dia mengatakan hanya memiliki baju yang melekat pada badannya saat ini saja.
“Memang pada saat kejadian saya tidak ada di rumah, mau berharap ke warga lain juga mereka pasti panik dan mengamankan barang-barang mereka juga,” katanya.
Selain kehilangan barang-barang berharga di rumah, Leni juga kehilangan surat-surat penting seperti akta lahir anaknya, kartu keluarga, dan beberapa berkas lainnya yang hangus terbakar.
Kini, dia hanya berharap akan adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak lain dalam meringankan dukanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ajudan Pribadi Gubernur Kepri Terseret Isu Pengawalan Bos Judi Online
-
Per Maret 2026, Holding UMi Telah Menjangkau Lebih dari 33,7 Juta Pelaku Usaha
-
Per Maret 2026, BRILink Agen Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
-
Ratusan Warga Asing Digerebek di Apartemen Baloi View, Imigrasi Batam Beri Penjelasan
-
Warga Batam Diminta Tampung Air Banyak-banyak, Besok Aliran Mati di Berbagai Wilayah