Iman mengatakan Gedangsari memiliki 67 padukuhan dari 7 kalurahan dengan 7.024 Kepala Keluarga dan 22.760 jiwa. Dari jumlah tersebut, 95% warga mengalami kekeringan. Selama ini pihaknya mengumpulkan stakeholder untuk berembuk mencari solusi.
"Saat itu kami mulai mengampanyekan Gerakan ini dengan melakukan pendekatan kepada BUMD, BUMN, lembaga swasta, maupun perseorangan untuk melakukan wakaf mata air,"ujar dia.
Dengan kinerja yang cukup solid hingga akhirnya banyak yang melakukan wakaf untuk meretaskan permasalahan air bersih. Sekitar 2,5 tahun program ini berjalan, sumur bor gali maupun pompa air terus dibangun sehingga tinggal sekitar 10% warga Gedangsari mengalami bencana kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Eddy Basuki mengatakan pada kemarau kali ini setidaknya ada 99.559 jiwa terdampak dari adanya kekeringan. Mereka berasal dari 10 Kapanewon dan semuanya telah mengajukan bantuan air bersih kepada BPBD Gunungkidul.
“Pendistribusian masih bisa bertambah, demikian dengan wilayah yang terdampak kekeringan,"ujar dia.
Dia mengatakan jumlah tersebut bisa bertambah mengingat diprediksi hanya 2 Kapanewon di Gunungkidul yang akan terbebas dari krisis air bersih. Sementara 16 Kapanewon lainnya diprediksi akan terdampak.
Berdasarkan data dari BPBD atas penyaluran air bersih ke setiap wilayah Kapanewon Rongkop mendapatkan bantuan terbanyak kedua dengan jumlah 288 tangki air bersih. Kemudian Kapanewon Tepus sebanyak 144 tangki, Kapanewon Tanjungsari sejumlah 132 tangki.
Sementara kapanewon Panggang 108 tangki, Kapanewon Semin 48 tangki, Kapanewon Saptosari 44 tangki, Kapanewon Paliyan 32 tangki, dan Kapanewon Wonosari sebanyak 4 tangki. Terkait dengan penyediaan penyaluran tangki air bersih juga dibantu oleh anggaran yang telah dimiliki tiap Kapanewon dan Kalurahan.
"Ada juga bantuan dari pihak-pihak swasta yang turut memberikan pendistribusian air bersih,"terangnya.
Baca Juga: Yatim Piatu, Rifky Anggota Paskibraka Gunungkidul yang Positif Covid-19 Isoman Sendirian
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi
-
AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan
-
Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak