SuaraBatam.id - Wabah Covid-19 turut berdampak pada lambatnya pembayaran gaji honorer oleh emerintah Kabupaten Karimun. Hal ini lantaran adanya refocusing anggaran atau pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19.
Tidak hanya di tingkat kabupaten/kota, pemerintah pusat juga melakukan hal serupa dengan memangkas sejumlah belanja-belanja negara, dan mengirit APBN untuk daerah.
Bahkan, karena pemangkasan tersebut, sejumlah tenaga honorer di beberapa daewah harus dirumahkan karena ketidakmampuan keuangan untuk membayar gaji.
Namun, Pemkab Karimun masih belum mengambil kebijakan serupa dengan merumahkan tenaga honor.
"Kita masih memikirkan nasib mereka (honorer), anak dan istri mereka. Kita mengambil keputusan tidak boleh gegabah dan emosional, kita masih pakai hati nurani," kata Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim, usai paripurna KUA PPAS di DPRD Karimun, Kamis (19/8/2021).
Menurut Anwar, tindakan merumahkan pewai honor tersebut tidak segampang membalikkan telapak tanganm namun melalui mekanisme dan pertimbangan.
Oleh karena itu, saat ini pemerintah tengah melakukan sejumlah mekanisme dan penyesuaian agar tidak terjadinya hal tersebut.
Dengan kondisi keuangan yang terseok-seok untuk penanggulangan Covid-19, maka muncul opsi-opsi tersebut.
"Tapi, itu belum dilakukan, itu hanya opsi dan asumsi paling terburuk. Maka kita pikirkan bagaimana cara agar dapat dihindari," ujar Anwar melansir Batamnews.
Baca Juga: Batasi Limbah Medis, Nakes Diharapkan Kurangi Pemakaian APD Lengkap Saat Bekerja
"Kita sedang rasionaliasi, menyesuaikan dengan anggaran daerah. Tapi itu segera dilakukan pencairan," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Kebiasaan Bakar Sampah Pengaruhi Kualitas Udara Makin Buruk
-
Ribuan Kartu Vaksinasi Covid-19 Palsu Asal China Disita Amerika
-
Lagi, Vaksin Covid-19 Moderna Dikaitkan dengan Kasus Peradangan Jantung
-
SuaraLive! Strategi Syamsuar Cegah Covid-19 di Tengah Kekosongan Stok Vaksin
-
2 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Nihil COVID-19, Ini Daftarnya
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV
-
Polda Kepri Mutasi Besar-besaran Jajarannya, Ada 475 Personel!
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur