SuaraBatam.id - Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengatakan, jika Indonesia keberatan memenuhi syarat dariPemerintah Arab Saudi, lebih baik untuk ditunda dulu.
"Jika ingin pergi umrah harus clear and clean. Asal protokol ditegakkan, Saudi juga bisa terbuka. Tetapi kalau seandainnya Indonesia tidak bisa memenuhi syarat tersebut, Arab Saudi punya hak untuk menangguhkan, karena tugas Arab Saudi melindungi warganya dan jamaah yang umrah," ujar Anwar Abbas, Senin (9/8/2021).
Untuk diketahui, pada akhir Juli lalu, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyebutkan sembilan negara tidak dapat melakukan penerbangan langsung ke negara itu, yaitu India, Indonesia, Pakistan, Turki, Mesir, Argentina, Brazil, Afrika Selatan, dan Lebanon.
Jamaah umrah dari sembilan negara itu harus transit di negara ketiga di luar sembilan negara tadi untuk melakukan karantina selama 14 hari, sebelum terbang menuju Arab Saudi.
Selain dengan syarat usia 18 tahun ke atas, Saudi mensyaratkan jamaah umrah telah divaksin penuh dengan salah satu dari empat vaksin, yakni AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson.
Namun bagi jamaah umrah yang divaksin dengan vaksin buatan China, seperti Sinovac atau Sinopharm, Arab Saudi tetap membolehkan berangkat dengan syarat jamaah kembali divaksin dengan salah satu vaksin di atas.
Anwar mengatakan syarat-syarat yang diajukan Arab Saudi memang beralasan, sebab mereka ingin melindungi negaranya dari segala ancaman virus, maka pintu masuk mesti dipertebal.
Sehingga, Indonesia yang masih berstatus suspend (ditangguhkan) harus bisa memenuhi syarat tersebut jika ingin memberangkatkan jamaah umrah.
"Menurut saya Indonesia harus bisa meyakinkan, pertama harus sudah divaksin, vaksinnya yang diakui. Yang kedua memang mereka sebelum keberangkatan dikarantina dulu, sebelum berangkat diperiksa dulu dan pesawat harus bersih," kata dia.
Baca Juga: Menteri Kesehatan Hapus Aturan Soal Vaksin Berbayar untuk Individu
Kendati demikian, pria yang juga menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah itu menyarankan alangkah lebih baik untuk menunda pemberangkatan karena situasi pandemi di Tanah Air yang masih belum terkendali, sesuai dengan hadist nabi.
"Hadist-nya sudah jelas sekali, 'Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu'. Prinsipnya jangan sampai kita mencelakai diri kita ataupun orang lain," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ramai Video Warga Diduga Disuntik Vaksin Kosong, Nakes Hanya Katakan Maaf
-
Target Vaksinasi Tidak Tercapai, Wali Kota Batam Minta Bantuan Danrem dan Dandim
-
Biar Aman, Hindari Datang ke Tempat Berikut Kalau Belum Vaksinasi
-
Tenaga Medis di Aceh Disuntikan Vaksin Moderna
-
Mau AirPods Gratis? Buruan Vaksin Covid-19!
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak