SuaraBatam.id - Barcelona secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka akan berpisah dengan megabintang Lionel Messi usai ia tidak menandatangani kontrak baru.
Kontrak Messi di Barca sebenarnya sudah berakhir pada akhir musim lalu, tetapi dia diharapkan akan segera menandatangani kesepakatan berdurasi lima tahun sebelum musim baru dimulai.
Pada Kamis (5/8/2021) waktu setempat, Messi berjumpa dengan pihak Barcelona. Namun, pertemuan itu diduga tidak berjalan mulus hingga Barcelona mengonfirmasi bahwa dia tidak akan lagi kembali ke Camp Nou.
"Meskipun FC Barcelona dan Lionel Messi telah mencapai kesepakatan dan niat yang jelas dari kedua belah pihak untuk menandatangani kontrak baru hari ini, tetapi itu tidak dapat terjadi karena kendala keuangan dan struktural (peraturan Liga Spanyol)," ungkap Barcelona di situs resmi mereka pada Jumat.
“Akibat situasi ini, Messi tidak akan bertahan di FC Barcelona. Kedua belah pihak sangat menyayangkan keinginan pemain dan klub pada akhirnya tidak akan terpenuhi."
"FC Barcelona dengan sepenuh hati mengucapkan terima kasih kepada pemain atas kontribusinya untuk kemajuan klub dan mendoakan yang terbaik untuk masa depan dalam kehidupan pribadi dan profesionalnya," tutup Barcelona.
Hingga saat ini, setidaknya ada dua klub yang diisukan mendekati dan 'hanya mampu' mengontrak Messi dengan kekuatan finansial mereka, yakni Paris Saint-Germain (PSG) dan Manchester City.
Dengan Pep Guardiola sebagai pelatih The Citizens, Messi mungkin akan kembali merasakan mengangkat trofi Liga Champions.
Maklum saja, Pep Guardiola belum pernah memenangkan Liga Champions sebagai pelatih tanpa Messi dan mungkin kedatangan mantan pemain asuhannya itu bisa mewujudkan hal tersebut.
Baca Juga: Profil Jack Grealish, Calon Pemain Man City yang Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Messi juga mempunyai peluang besar menjuarai trofi Liga Premier Inggris, dengan Manchester City saat ini dinilai memiliki skuad terbaik di Inggris.
Namun, Manchester City baru saja menghabiskan dana 130 juta poundsterling (sekitar Rp2,60 triliun) untuk memboyong Jack Grealish dari Aston Villa. Grealish juga kini jadi nomor 10 baru di City, yang merupakan nomor ikonik dari Messi.
Apakah Manchester City bakal mencabut nomor 10 dari Gralish demi memboyong Messi dan memberinya nomor punggung 10? Patut dinantikan.
Meski Manchester City punya dukungan finansial yang kuat dari City Football Group milik Sheikh Mansour. Namun, mereka perlu waspada karena regulasi Financial Fair Play dari UEFA akan selalu mengintainya.
Berita Terkait
-
Lionel Messi Resmi Tinggalkan Barca, Video Suporter Ini Viral Menangis di Pagar Camp Nou
-
Tinggalkan Barcelona, Lionel Messi Mungkin Gabung Man City Atau PSG
-
Jack Grealish Resmi Gabung Manchester City, Dikontrak 6 Tahun
-
Lionel Messi Resmi Tinggalkan Barcelona, Ini Alasannya
-
Barcelona Ditumbangkan Red Bull Salzburg, Perasaan Ronald Koeman Campur Aduk
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Didampingi BRI, UMKM Brownies Ketan Sidoarjo Ekspor hingga Australia dan Turki
-
Gaji PPPK Pemkot Batam Aman, Tersedia hingga 2027
-
Menembus Wilayah Kepulauan, Mantri Perempuan BRI Perkuat Inklusi Keuangan di Sulawesi Tengah
-
Viral Pungli di Jembatan Barelang Batam, Penertiban Dilakukan Besok
-
Pemprov Kepri Buka Suara Jawab Isu Pengurangan Ribuan PPPK