SuaraBatam.id - Sejumlah pengajuan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di APBD 2022 Kepri ditolak Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat rapat utama di gedung utama Kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (5/8/2021).
Sejumlah OPD diminta untuk mempresentasikan program kerja dan pengganggaran yang disusun yang akan dimasukkan dalam APBD tahun 2022. Meski demikian, beberapa diantaranya ditolak Ansar karena dinilai tidak tepat sasaran.
Tujuh OPD dalam rapat itu yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pengendalian Penduduk, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan serta Dinas Kelautan dan Perikanan.
Gubernur ingin memastikan, anggaran yang akan disusun dalam rencana kerja pemerintah Provinsi Kepri tahun 2022 tetap efisien dan tepat sasaran.
Sehingga, Ansar menyebut, setiap anggaran yang disusun harus berbasis kinerja, transparan, punya nilai akuntabilitas dan bisa dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, setiap rupiah dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) harus bisa dipertanggungjawabkan, digunakan dan dikelola secara transparan, dan diperuntukkan sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.
“Kecepatan dan ketepatan itu penting. Apalagi di situasi pandemi seperti saat ini. Percuma kita memiliki anggaran tetapi anggaran tersebut tidak bisa secara cepat dan tepat dibelanjakan untuk masyarakat. Situasi seperti saat ini kita sedang ditunggu oleh masyarakat dengan program kerja yang jelas, terukur dan menjawab keluhan mereka,” ujar Ansar.
Ia juga berpesan,, pentingnya langkah yang cepat, tepat, efisien, dan akuntabilitas dalam implementasi program kerja yang tersusun dalam APBD.
“Kita ingin semua bekerja dengan baik, dengan program kerja yang betul-betul untuk membangun Kepulauan Riau yang lebih baik,” pungkasnya.
Baca Juga: Kabupaten Bekasi Tambah Anggaran COVID-19 Rp 185 Miliar, Diambil dari APBD 2021
Berita Terkait
-
Kasus Kematian Covid-19 di Kepri Meningkat Hingga 200 Persen Selama Juli 2021
-
Warga Kepri Diminta Waspada Harga Kebutuhan Naik dan Inflasi Dampak PPKM
-
Anggaran Kesehatan Diprediksi Bengkak Hingga Rp 300 Triliun Tahun Ini
-
Di Persimpangan Jalan
-
Cabai Merah Jadi Faktor Terbesar Inflasi di Kepulauan Riau Selama Juli 2021
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar