SuaraBatam.id - Seorang warga dari Desa Batu Berian, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna mendadak kesurupan saat akan menerima vaksin Covid-19 pada Jumat (2/8/2021) lalu.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Batu Berian, Meriadi. Ia menyebut, sebelum dilakukan vaksinasi, pihaknya sudah mewanti-wanti bahwa warga tersebut sering kesurupan.
"Iya benar itu warga saya, dan sebelumnya juga sudah kita ingatkan petugas Puskesmas bahwa di tubuh warga saya itu ada makhluk halus, dianya mau di vaksin tetapi makhluk yang ada di dalam tubuhnya tidak mau divaksin, saya selaku kades tentu mengetahui kondisi warga saya dan kejadian seperti itu pernah terjadi sebelumnya", kata Meriadi diberitakan Antara.
Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui dan melihat langsung peristiwa itu dan hanya baru memastikan hal itu memang benar terjadi di Desa Batu Berian.
"Saat kejadian saya berada di dalam kantor, seperti apa persisnya saya tidak tahu banyak, tetapi saya mendengar dan mengetahui kalau ada kejadian itu", ungkapnya.
Kronologi disebut oleh seorang saksi mata, awalnya warga tersebut datang seperti biasa dan tanpa ada keluhan.
"Pada saat ia datang kondisi baik-baik saja, namun setelah di dalam (gedung pertemuan desa tempat dilakukan vaksin-Red) saya tidak mengetahui persis, saya juga tidak melihat langsung," kata dia.
"Sudah saya sampaikan, namun pihak kesehatan ingin memeriksa terlebih dahulu sebelum dilakukan vaksin, mungkin pihak kesehatan lebih mengetahui hal tersebut," ujar dia lagi.
Ia turut mensyukuri tingginya minat warga terhadap program vaksin, namun ada hal tertentu yang membuat warga tidak bisa divaksin.
Baca Juga: Ada 9 Lokasi di Jakarta, Berikut Jadwal Mobil Vaksin Keliling dan Sentra Mini Hari Ini
"Ada juga warga kita memang tidak bisa divaksin karena ada riwayat penyakit seperti jantung, pada intinya warga saya tersebut ia mau divaksin cuma itu tadi makhluk halus yang ada di tubuhnya itu tidak mau divaksin", kata Meriadi.
Namun dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah menyebut, warga berjenis kelamin perempuan itu memaksa petugas agar memberikan surat keterangan vaksin namun tidak mau mengikuti vaksinasi.
"Info yang saya dapat dari Kepala Puskesmas yang bersangkutan tidak mau divaksinasi, tapi minta dikeluarkan surat sudah divaksinasi, tentu saja ditolak sama dokternya, karena ditolak makanya ngamuk", kata Hikmat.
Tidak hanya itu, Hikmat menyebut, saat para petugas akan meninggalkan gedung pertemuan, warga tersebut kembali menghadang petugas hingga menyebabkan keributan.
"Ketika petugas mau pulang dihadangnya pakai parang tapi bisa ditenangkan sama petugas, Alhamdulillah tidak ada yang terluka," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Daerah Lain Mulai Kehabisan, Wagub DKI: Alhamdulillah, Stok Vaksin di Jakarta Aman
-
Aduh, 20 Persen Rakyat Indonesia Tak Mau Divaksin
-
Seruan John Kei ke Seluruh Napi di Indonesia: Kalau Mau Sehat, Ayo Divaksin!
-
15 Gejala Long Covid, Bisakah Disembuhkan?
-
Mobil Transportasi Dokter di Natuna Bikin Miris, Warga: Pemda Harusnya Peka
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
Terkini
-
5 Mobil Kecil Bekas Murah, Hemat Biaya Operasional buat Pemula
-
Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama
-
Ekspedisi Jakarta Batam Terpercaya & Efisien | Harddies Cargo
-
Beasiswa untuk 1.100 Mahasiswa 7 Kampus Negeri Ternama, Batam Jadi Tujuan Belajar
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen