SuaraBatam.id - Wali Kota Batam, Muhammad Rudi tidak bisa menutupi kemrahannya usai pembayaran insentif bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Batam kemali tertunda.
Padahal, Pemkot Batam sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp117 miliar untuk penanganan Covid-19 di Batam.
Rudi lantas mengumpulkan seluruh Kepala Puskesmas, Tata Usaha se-Kota Batam, Kepala RSUD Embung Fatimah, dan pihak Dinas Kesehatan Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Center, Rabu (7/7/2021).
"Saya minta harus selesai dalam minggu ini, harus segera dibayarkan. Uang ada namun kenapa masih ada keluhan belum ada yang dibayarkan," kata Rudi.
Ia menjelaskan, dana pembayaran insentif sebelumnya sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU).
Namun kendala administrasi membuat dana tersebut belum dapat didistribusikan kepada para nakes yang berjuang dalam menangani Covid-19 di Kota Batam.
"Uang sudah keluar dari pusat. Tapi tidak kalian gunakan untuk membayar insentif. Siapa kabid-kabidnya minta selesaikan. Kita akan mulai penegakan. Kalau ini tidak jelas, uang tak selesai, maka akan masalah," kata Rudi.
Berdasarkan laporan yang diterima Rudi, saat ini insentif tahun 2021 untuk Nakes baru dibayar 10 persen. Sesuai aturan Pemerintah Pusat, kewajiban daerah seharunya mengalokasikan DAU minimal 8 persen.
Namun demikian, saat ini dia akui Batam sudah menaikkan alokasi menjadi 16 persen.
Baca Juga: Tolong Persalinan Ibu Hamil, 3 Dokter Spesialis Kandungan di Balikpapan Positif Covid-19
"Dana ini DAU kewajiban 8 persen dari 680 miliar. Kita bahkan sudah mengalokasikan 16 persen. Batasan (minimal) Rp 56 miliar, tapi kita dapat Rp 117 miliar. Tapi kita buat kebijakan sesuai disampaikan Wako untuk penanganan kasus covid," paparnya.
Sehingga, saat ini pencairan harus dilakukan untuk nakes minimal 50 persen. Setelah intendif nakes dibayarkan, baru dilakukan pembayaran tukin (tunjangan kinerja) bagi pegawai Pemko.
"Hanya untuk insentif ini masalahnya. Insentif Nakes harus diselesaikan. Insentif 6 ribu pegawai lain tidak bisa dibayarkan kalau ini tidak diselesaikan," cetusnya.
Dalam rapat sebelumnya sudah dibahas mengenai masalah insentif saat ini para petugas TU yang memasukkan aplikasi yang disiapkan pusat, tidak bisa. Alasan nya aplikasinya macet.
Tidak itu saja, Rudi bahkan meminta agar para peserta rapat yang hadir dapat mengundurkan diri apabila masih merasa kesulitan untuk menyelesaikan permasalahan administrasi bagi insentif Nakes.
"Kalau memang tidak mampu, silahkan komunikasi lagi. Dan memang tidak bisa menyelesaikan biar saya yang selesaikan bapak dan ibu," tegasnya.
Berita Terkait
-
Jika RS Penuh, Mendes PDDT Minta Relawan Desa Covid-19 Sediakan Ruang Isolasi
-
Wasekjen PAN Minta Pemerintah Siapkan RS Khusus untuk Pejabat Terpapar Covid-19
-
Kasus Covid-19 di Solo Melonjak, Gibran Siapkan Tempat Isolasi Khusus Ibu Hamil dan Anak
-
Berjuang Lawan Covid-19, Abu Janda Masih Sempat Buat Status Ini
-
Oksigen dan Obat-obatan Langka di Ibu Kota, Kejaksaan Tinggi DKI Kerahkan Tim Intelijen
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan