SuaraBatam.id - SMKN 1 Bunguran Timur Laut di Kabupaten Natuna akhirnya memiliki gedung Unit Sekolah Baru (USB) setelah diresmikan oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Selasa (6/7/2021).
Gedung USB ini dibangun menggunakan dana APBD Provinsi Kepri dan APBN tahun anggaran 2020 sebesar Rp6 milyar.
Ansar berharap dari SMKN 1 ini nantinya akan lahir generasi yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi globalisasi.
"SMK dibangun untuk menciptakan generasi yang siap kerja, oleh sebab itu harus link and match dengan potensi yang dimiliki daerah," ujar Gubernur Kepri.
Ansar mengakui jumlah SMK di daerah tersebut cukup banyak, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana memenuhi sarana dan prasarana belajar mengajar.
Menurutnya, untuk menjadi yang siap pakai, lulusan SMK harus memiliki vokasi yang dibutuhkan di dunia kerja.
"Kita deteksi apa aja yang dibutuhkan dunia kerja," katanya.
Mantan anggota DPR RI menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan. Sedangkan tugas guru melakukan pembelajaran, melakukan transfer pengetahuan, hingga mengubah perilaku.
"Guru juga harus punya empat kompetensi wajib, yakni pedagogik, sosial, profesional dan kepribadian. Ilmu dan kepribadian guru harus bisa digugu dan ditiru," ujarnya melansir Antara.
Baca Juga: Surat Tagihan untuk Jokowi dari Koalisi GENERASI HIJAU
Kepala Sekolah SMKN 1 Bunguran Timur Barat Mulyanda berterima kasih kepada Gubernur atas dibangunnya tiga unit USB, gedung majelis guru, ruang laboratorium dan komputer.
Dia menyebut sebelumnya bangunan sekolah ini terletak di hutan di Desa Ceruk. Namun, sekarang dibangun di pinggir jalan besar sehingga mudah diakses masyarakat.
"Bupati Natuna memberi hibah tanah dua hektar dan Pak Gubernur membangunnya. Alhamdulillah, sekarang kami bisa pindah di sini," ujar Mulyanda.
Lanjutnya SMKN 1 masih membutuhkan sejumlah alat-alat untuk praktik unit produksi serta mushalla. Selain itu juga meminta ada asrama agar anak-anak yang dari pulau juga bisa belajar di sekolah tersebut.
Demikian pula dengan masalah transportasi, karena banyak anak-anak yang tidak bisa ikut praktik di sekolah imbas keterbatasan sarana transportasi.
"Kami berharap semua sarana yang dibutuhkan dapat dikabulkan oleh Gubernur dan Bupati yang hari ini hadir di sini," ucapnya.
Berita Terkait
-
Kaesang Ngamuk! Nitizen Sebut Persis Solo Pakai APBN: Tanggung Jawab Ya dengan Omongannya
-
Utang Menumpuk, Lampu Kuning bagi Perekonomian Indonesia
-
Viral Montir di Natuna Panik saat Motor yang Diperbaiki Terbakar Tiba-tiba
-
Hingga Mei 2021, APBN Sudah Tekor Rp 219,3 Triliun
-
Ketua DPR Minta APBN 2022 Antisipasi Ketidakpastian Akibat Covid-19
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen