SuaraBatam.id - Kasus penyerangan terhadap tenaga kesehatan jadi salah satu yangdisorot di India. Namun, meski berkali-kali menjadi korban, polisi hingga kini belum menemukan pelaku.
Bahkan, kasus kekerasan terhadap tenaga kesehatan terkesan dibiarkan hingga pelaku bebas berkeliaran. Pada Januari lalu, keluarga pasien Covid-19 merusak properti dan menganiaya staf Rumah Sakit Apollo di Ibu Kota Delhi.
Namun, pihak RS tidak melaporkan hal ini pada kepolisian. Sikap yang diambil manajemen RS lantas dianggap membuat para staf di RS itu rentan penyerangan dari berbagai pihak.
Kalangan tenaga kesehatan menilai, masalahnya adalah tidak ada peraturan yang spesifik melindungi mereka.
"Bagi kami hukum yang ada saat ini tidak efektif dan itu mengapa tidak bisa mencegah kasus penyerangan. Hukum yang kuat segera diperlukan sehingga masyarakat tahu akan ada konsekuensinya bila menyerang dokter," kata Dr Jayesh Lele, sekretaris jenderal Asosiasi Dokter India (IMA).
IMA memang gencar mengkampanyekan adanya hukum yang bisa melindungi tenaga kesehatan dari serangan.
"Kekerasan tersebut tidak direncanakan, tetapi lebih akibat ungkapan emosional yang disebabkan oleh kematian. Oleh karena itu, hukum tidak berfungsi sebagai pencegah," kata salah satu tokoh pembela tenaga medis, Shreya Shrivastava.
Ia terlibat dalam tim riset di Vidhi Center for Legal Policy yang memperlajari pemberitaan di media massa soal 56 kasus penyerangan selama Januari 2018 hingga September 2019 guna mempelajari agar kasus ini tidak terulang.
Menurut dia, pemerintah sebenarnya sudah mengeluarkan aturan yang menghukum penjara hingga selama tujuh tahun kepada penyerang tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 meski hal itu tidak efektif.
Baca Juga: Pasien Covid-19 di Kepri Bertambah 9.098 Orang Selama Bulan Juni
Salah seorang dokter di RS Gandhi di Kota Hyderabad pada 2020 lalu jadi korban penganiayaan dari keluarga pasien Covid-19. Ia dihajar dengan besi dan kursi plastik. Meski ia sudah melapor pada polisi, hingga kini tidak ada pelaku yang ditangkap.
"Sulit untuk kembali bekerja," kata Reddy.
"Saya berada di bangsal perawatan medis akut yang sama, melihat pasien kritis. Pikiran atas serangan itu sering menghinggapi," sambung dia, melansir BBC Indonesia--jaringanSuara.com.
Dia mengaku telah menghabiskan banyak waktu uguna memikirkan peristiwa yang menimpanya itu berkali-kali.
"Saya waktu itu berada dalam dilema," ujarnya.
Ia mengaku bingung untuk mencari cara agar dirinya bisa menyampaikan kabar duka kepada keluarga korban. Ia terus berupaya agar tidak ada lagi peristiwa serupa.
Tag
Berita Terkait
-
Rekrutmen Tenaga Kesehatan Khusus Covid-19 Kota Bogor Sepi Peminat: Butuh 200 Orang
-
Hadapi Lonjakan Jumlah pasien Covid-19, Dirut RSUP RAT Pastikan Stok Oksigen Aman
-
Pemerintah Pesan 10 Ribu Oksigen Konsentrator Dari Singapura Untuk Pasien Gejala Ringan
-
Duh! 365 Nakes Puskesmas di Cilacap Terpapar Covid-19, Paguyuban: Mumet Bathuke
-
Menkes Sebut Konsultasi Dokter dan Obat Gratis Buat Pasien Covid-19 Baru Berlaku di DKI
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan