SuaraBatam.id - Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad memastikan tak ada program SPP gratis bagi siswa SMA/SMK/Sederajat yang terdampak pandemi COVID-19 pada tahun 2021. Ia beralasan, hal ini disebabkan keterbatasan dana APBD.
"Sudah dihitung, APBD kita memang tak mampu," kata Ansar di Tanjungpinang, Kamis (1/7/2021).
Padahal, pada tahun 2020 kemarin, Pemprov Kepri menganggarkan biaya SPP gratis selama tiga bulan terhitung April hingga Mei 2021.
Namun demikian, jika memungkinkan pada tahun 2022, kata Ansar, program SPP gratis bisa dianggarkan kembali melalui APBD murni.
Tapi sebelum itu, pihaknya lebih fokus membantu meringankan beban biaya seragam sekolah dan pendaftaran siswa baru bagi yang kurang mampu.
"Uang seragam baru dan daftar masuk sekolah itu kan dibayar sekaligus, ini tentu memberatkan orang tua. Itu dulu yang kita bantu, sambil menghitung anggaran untuk SPP gratis," ungkap Ansar kepada Antara.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kepri Wahyudin menilai, SPP gratis bisa diakomodir melalui APBD Perubahan tahun 2021, karena jumlahnya tidak terlalu besar yakni sekitar Rp11 miliar.
Dia juga mendorong Pemprov menggali sebanyak-banyaknya potensi pendapatan asli daerah (PAD) agar lebih leluasa melaksanakan program yang berpihak kepada masyarakat kecil di tengah terpuruknya ekonomi akibat pandemi.
Lantaran, menurutnya program SPP gratis tersebut akan sangat membantu warga khususnya terdampak COVID-19, seperti korban PHK atau dirumahkan.
Baca Juga: Meninggal Hari Ini, Mbak You Pernah Ramal 2021 Politik Memanas, Presiden Akan Ganti
"Coba Pak Gubernur hitung dan data dulu betul-betul, saya yakin APBD masih mampu membiayai SPP gratis," ujarnya.
Politisi PKS itu pun turut menyoroti pelaksanaan SPP gratis tahun 2020, sebab tidak semuanya tepat sasaran.
Ia menyebut, banyak siswa penerima bantuan ganda, contohnya siswa pemilik kartu indonesia pintar (KIP) sudah memperoleh bantuan dari Pemerintah Pusat, namun masih terima program SPP gratis tersebut.
Ditambah lagi, ada pula kejadian di SMK 7 Kota Batam, lanjut dia, uang SPP siswa yang telah disubsidi pemerintah justru digunakan tidak sesuai peruntukan oleh pihak sekolah.
"Saya yakin banyak kejadian seperti itu di sekolah lain. Ini imbas pemerintah daerah kurang serius menjalankan program tersebut," ucap Wahyudin.
Berita Terkait
-
Saat Ibu Menyusui Terpapar Covid-19, Pakar Sebut ASI Masih Aman Diberikan ke Bayi
-
Vaksin Pfizer: Kapan Masuk Indonesia, Harga, Efek Samping dan Efektivitas
-
Dirawat di Ruang Isolasi, Begini Kondisi Terkini Ismeth Abdullah
-
Jika Pemakaman COVID-19 di TPU Jombang Penuh, Begini Skenario Pemkot Tangsel
-
Tracing: Bentuk Pengendalian Covid-19 di Tengah Masyarakat
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak