SuaraBatam.id - Sebuah unggahan di media sosial Facebook viral di media sosial usai menceritakan gejala yang dialami usai menerima vaksin Covid-19. Dalam unggahannya itu, disebutkan wanita dari Batam mengalami mual, sakit kepala, sakit perut, dada sesak hingga setengah badan mengalami mati rasa.
Dalam unggahan tersebut, akun dengan nama Abdul Rasyid Halomoan Sipahutar itu menjelaskan awalnya tetangganya tersebut melakukan vaksinasi di Mediterania.
"Namun setelah 1 jam setelah vaksin pada tanggal 17-06-2021 saudari nani demam panas tinggi dan sakit kepala. Dan sampai malam harinya tepat pukul 21.39 saudari nani mengalami kesakitan pada baguan tubuh sebelah kanan(mati sebelah) Kerna kami pikir ini memang efek samping dari vaksin asra kami cuma menanganinya dengan memberi parasitomol dan air kelapa muda dan susu beruang," tulisnya.
Namun, gejala yang ditunjukkan oleh pasien tersebut justru kian menjadi, seperti mati rasa sebelah badan, mual, pusing, sakit kepala sesak nafas hingga sakit perut.
"Jadi tadi malam kemi memutuskan untuk menelpon " FASKES RUMKITBAN 01.08.93 " dan kami mendapat jawaban dari faskes rumkitban denfan dr.Rismawati,Sp OG Beliau menganjurkan agar dibawa kerumah sakit. Maka tadi malam tepat pukul 20.00 kami membawa saudari nani ke rumah sakit elisabet batam center," ujarnya lagi.
Beruntung, usai menerima obat dari dokter, gejala yang dialami oleh pasien tersebut berangsur membaik. Namun, ternyata obat yang diberikan tersebut tidak di-cover oleh BPJS sehingga pasien membayar secara penuh. Tidak lama kemudian gejala kembali muncul.
"Namun yg di sesalkan saudari nani memakai bpjs namun kata pihak rumah sakit evek dari vaksin tidak di tanggung bpjs. Maka kami melakukan pembayaran sebesar 462.300 Namun pagi ini efek dari vaksin semakin menjadi2. Menyarang kepla saudari nani," ujar dia.
Ia lantas mempertanyakan bagaimana cara menindaklanjuti adanya efek dari vaksin tersebut. Ia menyayangkan biaya yang harus mereka keluarkan akibat efek dari vaksin tersebut.
"Pagi ini kami kan coba bawa kepuskesmas batam kota," tulisnya lagi.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Sinopharm
Belum diketahui kebenaran dari kabar ini. Namun, unggahan tersebut membuat banyak warganet mengungkapkan rasa kecewa mereka terhadap minimnya informasi hingga layanan yang diberikan pemerintah.
Kekinian, unggahan tersebut sudah tidak bisa ditemukan kembali. Diduga dihapus oleh pengunggah tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Beredar Kabar Syarat Buat SIM-SKCK Wajib Divaksin, Polri: Itu Hoaks!
-
Tahanan Polisi Bekasi Takut Disuntik Vaksin COVID-19 Pucet: Allahuakbar, Allahuakbar
-
Hari Ini Vaksinasi Covid-19 Massal di Bandar Lampung, Catat Lokasi dan Syaratnya
-
Mengenal Lebih Dekat Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Sinopharm
-
Cara Daftar Vaksin COVID-19 di Kota Tangerang Lewat Online, Mudah Tak Pakai Antre
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar
-
Batam Siapkan Aturan Pembatasan Gadget bagi Anak-anak