SuaraBatam.id - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2021, terkait pengadaan vaksin dan pelaksaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Covid-19 disambut warga Batam dengan antusias hingga minat untuk vaksinasi juga meningkat.
Ironisnya, antusias masyarakat ini tidak sebanding dengan stok vaksin yang saat ini dimiliki oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi menyebutkan, pihaknya sudah mengajukan dua ribu vial vaksin jenis AstraZeneca.
Namun, vaksin tersebut ini tidak bisa diambil walau secara resmi telah diajukan oleh Dinkes Provinsi Kepri dan telah mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan.
Penyebabnya, ucap Didi, disebabkan pada Selasa (15/6/2021) malam, pihaknya mendapat pemberitahuan sebanyak dua ribu vial vaksin tidak dapat diambil sehingga tidak bisa digunakan oleh Pemerintah Kota Batam.
"Seharusnya kemarin udah bisa diambil, tapi terlalu sore dan masih ada stok yang tersisa walau tidak banyak. Akhirnya kami tunda dulu untuk diambil hari ini ke Kimia Farma. Tapi tiba-tiba kami dapat pemberitahuan kalau dua ribu vaksin itu tidak bisa diambil. Tadinya itu ditujukan bagi masyarakat yang baru saja akan di vaksin, atau dosis pertama," terangnya melalui sambungan telepon, Rabu (16/6/2021) sore.
Didi menambahkan, hingga kini pihaknya belum mendapat kepastian mengenai penyebab kendala pengambilan tambahan stok vaksin untuk masyarakat dalam vaksinasi masal yang masih berlangsung di GOR Tumenggung Abdul Jamal.
Didi mengakui awalnya mendapat pemberitahuan dari sistem Kementerian Kesehatan, dan kemudian dari pemberitahuan yang dilakukan oleh Dinkes Provinsi Kepri.
"Kita juga coba konfirmasi, namun kendala dan penyebabnya kita juga masih belum dapat keterangan yang jelas," tegasnya.
Baca Juga: PKS Desak Pemerintah Masukan Vaksin Nusantara ke Konsorsium Riset Covid-19
Diakui Didi, hal ini sempat menimbulkan kepanikan tenaga vaksinator dan tim medis yang bertugas di lokasi vaksinasi massal, serta petugas yang ada di Puskesmas.
Ia mengatakan, stok vaksin saat ini masih akan bisa untuk satu minggu ke depan. Dengan ketentuan stok vaksin yang tersedia kemudian harus dibagi bagi penerima dosis pertama, dan juga masyarakat penerima dosis kedua yang dijadwalkan akan mulai dilakukan mulai akhir pekan.
"Kenapa demikian, karena masyarakat terus datang untuk mendapat vaksin. Tapi stok vaksin kita semakin menipis. Ada tambahan yang sudah di acc, tapi tidak bisa diambil. Ini membuat kami harus putar otak untuk mencari solusi lagi," sesalnya.
Mengenai kekurangan stok bagi masyarakat Batam, Didi juga mengharapkan ketibaan jatah 6.400 vial vaksin AstraZeneca dari Subdit Imunisasi Kemenkes RI.
Didi menerangkan, sesuai jadwal seharunya vaksin tersebut tiba malam ini dengan menggunakan dua penerbangan, dan diangkut menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
"Itu vaksin yang tidak habis dan yang diambil dari Aceh dan beberapa daerah lainnya. Tapi nanti kita update lagi informasi nya, apakah tiba hari ini atau tidak. Karena Batam sangat tinggi minatnya," ujarnya.
Berita Terkait
-
Pulau Tolop Batam, Ziarah Ulama Kerajaan Samudera Pasai dan Keturunan Rasulullah
-
Rawat Ratusan Pekerja PT Schneider, RSAB Batam Siap Tambah Ruang Rawat
-
Ratusan Pekerja PT Schneider Masuk IGD Setelah Terima Vaksin AstraZeneca
-
Pejabat EMA Sarankan Vaksin AstraZeneca Tak Lagi Pakai
-
Regulator Uni eropa Klaim AstraZeneca Aman Untuk Manula, Sejumlah Negara Masih Ragu
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Perkuat Layanan Digital Diaspora, BRImo Taiwan Sabet Apresiasi di IDX Anugerah Inovasi 2026
-
Jalan Berlumpur Tak Jadi Halangan, Kepala Unit BRI Sigambal Bantu UMKM Naik Kelas
-
BRI Siap Dukung Prabowo Perluas Kepemilikan Rekening, Inklusi Keuangan Jadi Fokus
-
Kasus ISPA di Batam Meningkat Efek Kabut Asap Karhutla
-
5 Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Batal Buntut Erupsi Anak Krakatau