SuaraBatam.id - Panutan umat Islam, Nabi Muhammad sangat menganjurkan umatnya untuk bersedekah. Namun, bagaimanakah anjuran sedekah dengan saudara sendiri? Atau lebih baik kepada orang lain?
Terkait hal ini sebenarnya sudah dijelaskan di beberapa hadits. Melansir NU Online, hadist riwayat Ahmad dan Abu Dawud yang dikutip dari Kitab Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Maram karya Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Sayyid Alwi Abbas Al-Maliki menjelaskan:
“Dari sahabat Abu Hurairah RA, ia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah sedekah yang paling utama?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah orang sedikit harta. Utamakanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu.”
Berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud dan An-Nasa’i perihal keutamaan sedekah secara berjenjang terhadap diri sendiri, anak, pelayan, dan seterusnya disebutkan:
“Dari sahabat Abu Hurairah RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW bersabda, ‘Sedekahlah kalian!’ Seorang sahabat berkata, ‘Ya Rasul, aku punya satu dinar?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah kepada dirimu sendiri.’ Ia berkata, ‘Aku masih punya uang lagi?’ ‘Sedekah kepada anakmu,’ jawab Rasul. Ia berkata, ‘Aku masih punya uang?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah kepada pelayanmu.’ Ia berkata lagi, ‘Aku masih punya uang lainnya?’ Rasul menjawab, ‘Kamu lebih tahu sedekah kepada siapa lagi.’” (HR Abu Dawud dan An-Nasai. Ini hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
Kemudian, selanjutnya ada pula hadist panjang yang menjelaskan keutamaan sedekah terhadap pasangan, kerabat, dan keutamaan memprioritaskan mereka. Hadits ini diriwayatkan Bukhari dan Muslim dan dijelaskan dalam Kitab At-Targhib wat Tarhib minal Haditsis Syarif karya Syekh Zakiyyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri.
“Dari Zainab, istri Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW suatu hari bersabda, ‘Wahai kalangan perempuan, sedekahlah kalian meski itu barang perhiasan kalian!’ aku kemudian pulang menemui Abdullah bin Mas’ud. Kubilang, ‘Kau ini pria yang fakir. Sedangkan Rasulullah memerintahkan kami bersedekah. Temui dan tanyalah Rasulullah (soal sedekah kepadamu). Jika (sedekah kepada suami) itu memadai, (maka cukuplah bagiku). Tetapi jika tidak, aku akan menyalurkannya kepada orang lain.’ ‘Tidak mau, kau saja yang menemuinya,’ kata Ibnu Mas’ud. Lalu aku berangkat. Tiba-tiba ada seorang perempuan di muka pintu Rasulullah yang memiliki hajat yang sama denganku. Sementara Rasulullah adalah pria yang berwibawa. Bilal keluar menemui kami. ‘Sampaikan, ‘Dua perempuan di muka pintu bertanya kepadamu. Apakah sedekah keduanya kepada suami mereka dan anak-anak yatim asuhan mereka itu memadai?’ Tapi jangan bilang siapa kami (yang bertanya),’ kubilang kepada Bilal. Ia kemudian masuk menemui Rasulullah dan menyampaikan pertanyaan kami. ‘Mereka berdua siapa?' kata Rasul kepada Bilal. ‘Satu perempuan Anshor. Satunya Zainab.’ ‘Zainab yang mana?’ ‘Zainab istri Ibnu Mas’ud,’ jawab Bilal. Rasul berpesan kepada Bilal, ‘Mereka berdua mendapat dua pahala sekaligus, pertama pahala (menjaga) kekerabatan, kedua, pahala sedekah.’” (HR Bukhari dan Muslim. Lafal hadits oleh Imam Muslim).
Sementara dibawah ini hadits riwayat An-Nasa’i dan At-Tirmidzi dengan muatan hadits yang serupa, yaitu perihal keutamaan sedekah terhadap kerabat dekat. (Al-Mundziri, 1998 M: I/424),
“Dari Salman bin Amir RA, dari Nabi Muhammad SAW, ia bersabda, ‘Sedekah kepada orang miskin (bernilai) satu sedekah. Tetapi sedekah kepada kerabat (bernilai) dua sedekah, pertama pahala sedekah, kedua pahala (jaga) silaturrahim.’” (HR An-Nasai dan At-Tirmidzi).
Baca Juga: Gisel Dituding Hina Istri Nabi Muhammad, Gegara Kuda Tunggangan Saat Liburan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa bersedekah untuk orang yang dekat secara kekerabatan mendapatkan dua pahala sekaligus.
Pahala pertama, ridha Allah dan menjaga silaturahim. Namun demikian, Alhafiz Kurniawan menjelaskan, hal ini tergantung pada situasi tertentu pemberian sedekah kepada orang lain perlu diutamakan sejauh mereka lebih membutuhkan daripada kerabatnya sendiri.
Sedekah kepada kerabat dalam kondisi demikian dapat dilakukan sesekali saja dalam rangka menghangatkan hubungan kekerabatan dan silaturahim. Namun beda halnya jika ada kerabat yang lebih membutuhkan, Allah lebih ridho sedekah tersebut diberikan kepada kerabat.
Berita Terkait
-
Contoh Khutbah Jumat Menyambut Bulan Syawal
-
Innalillahi! Seorang Ustaz Meninggal Dunia Saat Khutbah Idul Fitri di Agam
-
Khutbah Salat Id, Jimly Asshiddiqie Singgung Soal Kesenjangan Sosial
-
Salat Idul Fitri di Rumah Apa Boleh Tanpa Khutbah?
-
Batal Naik Haji, Tukang Sepatu Ini Sedekah Semua Tabungan ke Orang Miskin
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Pemkot Batam Soroti Izin Tempat Hiburan Jadi Lokasi Kasino yang Digerebek Bareskrim
-
Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian