SuaraBatam.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (7/5/2021) diprediksi menguat akibat dorongan data ekonomi Amerika Serikat.
IHSG dibuka menguat 17,09 poin atau 0,29 persen ke posisi 5.987,33. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,66 poin atau 0,52 persen ke posisi 893,61.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat hari ini, didukung dengan gerakan positif harga komoditas serta sentimen dari data ekonomi AS," tulis Tim Riset Samuel Sekurita.
Bursa saham AS ditutup menguat semalam didukung oleh data pertumbuhan ekonomi AS kuartal I 2021 yang sangat memuaskan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 6,4 persen (yoy).
Selain itu, diklaim pula pengangguran tercatat di angka 498.000 pekan lalu, yang merupakan angka terendahnya di masa pandemi dan lebih baik dari perkiraan 527.000.
Para pakar memperkirakan laporan ketenagakerjaan yang akan datang akan menunjukkan AS memiliki satu juta lowongan kerja baru pada April dan tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 5,8 persen dari 6 persen.
Pasar komoditas pagi ini cenderung menguat. Harga minyak WTI naik ke level 64,84 dolar AS per barel, sedangkan Brent turun 1,1 persen, timah naik 1,48 persen, minyak sawit mentah (CPO) naik 4,2 persen, batu bara naik 2,4 persen, emas naik 0,53 persen, dan nikel naik 0,1 persen.
Kasus positif COVID-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 5.647 kasus pada Kamis (6/5) kemarin dengan positivity rate sebesar 11,3 persen. Total kasus COVID-19 di Indonesia saat ini sudah mencapai 1,697 juta kasus.
Perkembangan vaksinasi Indonesia saat ini, dosis pertama telah diberikan pada 12,9 juta orang, sedangkan dosis 2 total sudah diberikan pada 8,3 juta orang. Pelaksanaan vaksin gotong royong akan dimulai pada 17 Mei 2021, dan biaya akan ditanggung oleh para pengusaha dan pelaku industri.
Baca Juga: Serapan Tenaga Kerja Mulai Pulih, Kuartal II Ekonomi Diprediksi Lebih Cerah
Hari ini akan rilis data cadangan devisa Indonesia April yang diperkirakan naik 1,5 persen dengan perkiraan sebesar 139 miliar dolar AS, sedikit lebih besar dari bulan sebelumnya 137 miliar dolar AS.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 72,1 poin atau 0,25 persen ke 29.403,5, indeks Hang Seng naik 191,8 poin atau 0,67 persen ke 28.829,3, dan indeks Straits Times meningkat 21,49 poin atau 0,68 persen ke 3.194,49
Berita Terkait
-
Jelang Akhir Pekan, IHSG Menguat ke Level 5.987
-
Ekonomi RI 4 Kali Negatif, Kemenkeu Anggap Itu Lebih Baik
-
Jokowi Mau Ekonomi Melejit 7 Persen, Ekonom: Risiko Pandemi Masih Besar
-
Vaksinasi Jadi Andalan Pemerintah Bangkitkan Ekonomi RI
-
Serapan Tenaga Kerja Mulai Pulih, Kuartal II Ekonomi Diprediksi Lebih Cerah
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah
-
Oknum Guru SD di Bintan Timur Ditangkap, Tiga Tahun Peras 10 Anak Didiknya
-
Transaksi QRIS BRI Melonjak 76%, Dorong Digitalisasi Merchant
-
Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun
-
Jamin Keaslian dan Garansi Resmi, Pastikan Beli Mesin Cuci LG Online Original Hanya Di Blibli