SuaraBatam.id - Kasus pembunuhan berencana yang salah sasaran hingga menewaskan seorang bocah di Jogja yang dilakukan pelaku Nani Apriliani Nurjaman kini mencapai babak baru usai foto pelaku yang hanya mengenakan daster di sel viral di medsos.
Dalam foto yang viral tersebut, Nani yang merupakan pelaku pembunuhan berencana dengan Sate yang dicampuri racun sianida nampak emakai daster berwarna kuning saat berada di balik sel tahanan.
Mengetahui hal itu, Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi justru mengaku heran mengapa foto itu bisa tersebar luas ke publik.
Ngadi juga mengaku sudah melihat foto itu dan jajaran Polres Bantul merasa bingung kenapa foto itu bisa viral.
"Kami juga dapat foto tersebut. Kami juga masih mempertanyakan kenapa bisa seperti itu," ujar Ngadi, Rabu (5/5/2021).
Ia menduga, foto Nani 'Sate Beracun' memakai daster itu diabadikan saat pelaku yang berasal Majalengka tersebut ditahan di Polsek Bantul.
Diakui oleh Kapolsek Bantul Kompol Ayom Yuswandono mengakui foto tersebut diambil oleh anggotanya.
Ia melanjutkan, anggota yang mengambil gambar tersebut bermaksud mengirimnya pada keluarga pelaku agar mengiriminya baju.
Hal ini lantaran kata Ayom, Nani kekurangan pakaian. Polisi ingin keluarga mengirimkan pakaian yang sepantasnya untuk Nani di tahanan. Gambar itu diambil pada Sabtu 1 Mei 2021 atau sehari selepas dia ditangkap polisi.
Baca Juga: Motif Sakit Hati, Kriminolog UGM Saran Periksa Kejiwaan Pelaku Sate Beracun
"Kemudian karena pakaiannya daster diberitahu anggota jangan pakaian seperti itu. Lalu ada yang bertanya adakah keluarga yang bisa dihubungi agar diganti (pakaian) lebih layak," ungkapnya.
Namun selepas keluarga Nani dikabari ternyata tidak ada yang mengirimkan Nano pakaian. Hingga anggotanya merespons dengan memfoto lagi Nani sebagai bukti yang bersangkutan belum mendapatkan kiriman pakaian.
Kemudian anggota yang memfoto Nani berdaster itu pulang tugas. Saat anggotanya itu di rumah, istri anggota polisi itu bertanya dan penasaran soal foto Nani sate beracun.
"Si istri anggota kemudian meminta kepada suaminya itu untuk mengirim foto Nani berdaster ke ponselnya," tutur Ayom.
Selanjutnya, istri anggota itu menjadikan foto Nani sate beracun tengah memakai daster sebagai status di aplikasi WhatsApp. Karena menjadi status WA banyak rekan istri dari anggotanya itu yang kemudian mengambil gambar tersebut.
"Kemudian iseng-iseng sama istrinya untuk status (WA), dan yang melihat grup-grup nya itu. Jadi tidak ada tujuan lain sebetulnya, karena di status itu tadi," ujarnya.
Berita Terkait
-
Dasteran di Penjara, Foto Tersangka Sate Sianida Viral Gegara Istri Polisi
-
Fakta Baru dan Pelajaran Berharga dari Tragedi Sate Sianida Nani Aprilliani
-
Beri Apresiasi, JPW Desak Polisi Periksa Tomy dan Istri Kasus Sate Beracun
-
JPW Desak Polisi dan Istri yang Unggah Foto Pelaku Sate Beracun Diperiksa
-
Top 5 SuaraJogja: Penjelasan Foto Nani Pelaku Sate Beracun Berdaster di Sel
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Polda Kepri Resmi Larang Personel Gunakan Rokok Elektrik
-
Kompensasi Blackout Cuma Rp6 Ribu-Rp12 Ribu, Tagihan Listrik Warga Batam Malah Naik
-
Mundur dari Polri, Sosok AKBP Netty Siagian Ternyata Pernah Kritik Seskab Teddy
-
KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi
-
AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan