SuaraBatam.id - Mega proyek Jembatan Batam-Bintan yang menjadi bagian kerjasama komprehensif pembangunan kawasan Batam dam Bintan nampaknya serius digarap Indonesia bersama Singapura.
Proyek jembatan terpanjang Indonesia yang menghubungkan Pulau Batam - Bintan di Kepulauan Riau sepanjang 7 kilometer ini bakal digarap dalam beberapa tahun ke depan.
Proyek yang sudah diwacanakan sejak 16 rahun lalu ini diproyeksikan selesai sebelum 2024 pada masa pemerintahan Presiden Jokowi.
Pembangunan jembatan ini akan terdiri atas dua segmen yaitu,Pulau Batam - Pulau Tanjung Sauh sepanjang 2,124 kilometer dengan vertical cleareance 20 meter, dan segmen Tanjung Sauh - Pulau Buau - Pulau Bintan 5,561 kilometer dengan vertical clearance 40 meter.
Ada enam working group yang menjadi tulang punggung kerjasama ekonomi Indonesia dan Singapura, yakni Working Group on BBK and Other SEZs, Working Group on Investment, Working Group on Manpower, Working Group on Transport, Working Group on Agribusiness dan Working Group on Tourism.
Pemerintah memang telah merencanakan pembangunan Jembatan Batam-Bintan dalam upaya peningkatan konektivitas. Rencana ini sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menko Perekonomian dan PM Singapura dan Menlu negara itu.
"Saya berharap Indonesia dapat terus bekerja sama dengan Pemerintah Singapura terutama memperdalam kerja sama ekonomi antara kedua negara dan mengatasi tantangan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada dalam pernyataannya, Selasa (4/5/2021).
Singapura yang merupakan negara investor tersbesar di Indonesia menjalin hubungan kerja sama yang penting dalam rangka pemulihan ekonomi di Indonesia di masa pandemi.
Dengan dukungan ini, Pemerintah terus berupaya meningkatkan kondusifitas lingkungan bisnis di Indonesia dengan mereformasi struktural dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja dan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No 40 dan 41 Tahun 2021.
Baca Juga: Susul Singapura, Australia Kirim Dua Kapal Perang Bantu Cari KRI Nanggala
Dalam PP No 41 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan KPBPB, secara khusus mengatur Rencana Induk pengembangan KPBPB BBK, termasuk program dan proyek serta langkah implementasi untuk mewujudkan KPBPB BBK sebagai international logistic hub.
Dalam pertemuan tersebut, turut membahas pengembangan investasi data center di Batam dan Bintan.
Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang menyampaikan, Batam dan Bintan siap dalam menerima investasi pengembangan Data Center dari segi lokasi, infrastruktur dasar, dan sumber daya manusia.
Pemerintah juga telah mengupayakan kejelasan hukum untuk Penyelenggaran Sistem Elektronik (PSE) melalui PP No 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, yang meregulasi PSE dalam menyimpan dan memproses data di luar negeri, proses keluar-masuk data, serta perlindungan data untuk PSE yang melayani konsumen di Indonesia.
Proyek kerja sama ini rencananya segera digarap pada akhir Tahun 2021, dan diharapkan Singapura dapat turut serta di dalamnya.
Pemerintah Indonesia dan Singapura berkomitmen untuk terus melakukan penjajakan lebih lanjut untuk mewujudkan pengembangan industri data center di Batam dan Bintan.
Berita Terkait
-
Lindungi Negara dari Corona, Singapura Wajibkan Pendatang Karantina 21 Hari
-
Kiano Kena Flu Singapura, Bahaya Menular ke Paula Verhoeven yang Lagi Hamil
-
Viral Wanita Menegur Sekumpulan Wanita Tak Puasa, Aksinya Tuai Perdebatan
-
Hidup di Singapura, Tempat Tinggal Terbaik selama Wabah Covid-19?
-
Evakuasi Bagian KRI Nanggala, Tentara Singapura Lihat Ini di Badan Kapal
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Perkuat Layanan Digital Diaspora, BRImo Taiwan Sabet Apresiasi di IDX Anugerah Inovasi 2026
-
Jalan Berlumpur Tak Jadi Halangan, Kepala Unit BRI Sigambal Bantu UMKM Naik Kelas
-
BRI Siap Dukung Prabowo Perluas Kepemilikan Rekening, Inklusi Keuangan Jadi Fokus
-
Kasus ISPA di Batam Meningkat Efek Kabut Asap Karhutla
-
5 Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Batal Buntut Erupsi Anak Krakatau