SuaraBatam.id - Kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar menyayangkan penangkapan yang dilakukan aparat Densus 88. Menurutnya, petugs tidak perlu menutup mata Munarman saat ditangkap.
Ia juga menyebut, Munarman nampak diseret-seret, dimaki, hingga tak boleh untuk sekadar menggunakan alas kaki yang menurutnya melanggar hukum.
Terlebih, menurutnya, selama ini Munarman dikenal sebagai sosok yang sangat kooperatif dan sangat menjunjung tinggi proses penegakan hukum.
“Kita dari tim kuasa hukum dan keluarga sangat menyesalkan dan juga sangat-sangat keberatan dengan proses itu, baik penangkapan maupun penahanannya,” kata dia, melansir Hops.id (jaringan Suara.com).
Ia lantas menyebut tidak seharusnya aparat penegak hukum melakukan tindakan arogan. Ia beranggapan apa yang dilakukan Densus 88 merendahkan hak dan martabat Munarman, serta bertentangan dengan penegakan hukum.
“Ini anak bangsa, ini bukan koruptor maling triliunan uang rakyat, dia juga bukan pembantai penegak hukum, bukan separatis, bukan bandar narkoba, makanya ini mesti diperhatikan,” kata dia.
Meski protapnya demikian, ia lantas mempertanyakan fungsi undang-undang. Ia juga menyebut alasan Munarman tak mengenali wajah penangkapnya sebagai alasan menggelikan karena secara bersamaan disiarkan ke publik.
“Lho, waktu penggerebekan yang dilakukan itu malah diliput, harusnya bukan cuma Munarman yang tak boleh lihat, tapi semua orang. Jangan mengeluarkan argumen yang menggelikan,” katanya.
Ia juga memperingatkan aparat Densus yang menangkap dan menutup mata Munarman karena diklaimnya bisa dipidanakan. Ia juga mengaitkan hal ini dengan pedoman UU nomor 5 tahun 2018 Pasal 25 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 3.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris: West Ham Menang, West Brom di Ambang Degradasi
Dirinya mengaku tidak akan mempermasalahkan kepala Munarman ditutup jika ayat 3 dalam pasal tersebut dihapus.
“Kecuali kalau ayat itu dihapus, saya tak akan bicara ini, kita akan terima. Tetapi ini ada, itulah makanya kami ingatkan sebagai wujud kecintaan kita terhadap penegakan hukum. Apalagi hukum ini dibuat bersama DPR,” ujarnya.
“Hati-hati penyidik dan petugas yang melanggar dan menutup kepala itu bisa dipidana lho. Saya sebagai penegak hukum, hanya mengingatkan kalau itu salah. Sama seperti halnya Densus menegakkan hukum. Saya juga. Itu singkatnya,”sambung dia.
Tag
Berita Terkait
-
Yakin Ada Sederet 'Dosa' Munarman, Pengamat: Kasus Baiat Pintu Masuk
-
Kabar Baru Sosok Istri Kedua Munarman, Lily Sofia di Facebook Diduga Single
-
Kisah Munarman Bantu Bangun Gereja HKBP Cinere, Demi Hak Ibadah Kristen
-
Ditemukan Buku Jihad di Rumahnya, Munarman Terdoktrin Usai Membacanya?
-
Ninu Ninu Mari Diciduk! Viral Video Pria Hina Densus 88 Demi Bela Munarman
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas ke Batam, Dibongkar lalu Dijual Eceran
-
Empat Polisi Digerebek Diduga Pesta Narkoba di Batam Terancam Dipecat
-
Hujan Meteor Hiasi Langit Malam Lingga, Bisa Disaksikan Tanpa Teleskop
-
Kasus ISPA Batam Melonjak Akibat Kabut Asap, Anak dan Lansia Paling Rentan
-
Polda Kepri Resmi Larang Personel Gunakan Rokok Elektrik