SuaraBatam.id - Menanggapi perkembangan kasus Covid-19 di Batam, Kepulauan Riau, Wakil Wali Kota Batam mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan walau saat ini sudah diberikan kelonggaran menjalankan aktifitas.
Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Batam, hingga hari ini jumlah kasus positif di daerah sudah mencapai 7.323 orang, dengan tingkat kasus aktif mencapai 9,668 persen.
Amsakar menambahkan dari total kasus tersebut, saat ini seluruh tim medis masih melakukan perawatan terhadap 708 pasien, dengan tingkat kesembuhan 88,13 persen.
"Kenapa saat ini saya semakin rewel. Karena saya dan istri saya adalah penyintas Covid-19," tegasnya.
Amsakar juga menceritakan bagaimana pengalaman nya saat menjalani perawatan bersama dengan istri nya, Erlita Sari di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (BP) Batam beberapa waktu lalu.
Selama menjalani keseharian di masa perawatan ini, Amsakar mengingat malam ketiga dimana istri nya mengalami gejala hebat yang membuat dirinya panik.
"Di malam ketiga, istri saya alami kejang, sulit bernafas, bibir hitam, tangan terkunci. Saya panggil nama nya, namun pandangan nya kosong serta tidak ada respon," paparnya.
Beruntung kondisi kritis yang sempat dialami oleh istrinya langsung diatasi oleh tim medis.
Untuk diketahui, Amsakar berserta istri dinyatakan sebagai pasien positif Covid-19 usai sempat merasakan gejala kehilangan indra penciuman pada 9 April lalu.
Baca Juga: Dukung GeNose C19 Jadi Alat Skrining Covid-19, Ini Alasan BSN
Amsakar dan istri yang baru saja tiba dari Dabo, Lingga kemudian melakukan Swab Test, dan di tanggal 10 April dinyatakan positif serta langsung menjalani karantina.
"Covid-19 itu nyata, jangan sekalipun kita remeh. Saat ini saya lihat kita semakin lengah, walau memang sudah setahun berlalu dan masyarakat mulai jenuh," paparnya.
Sehingga, Amsakar menambahkan bahwa pengalaman pribadi sebagai penyintas ini, diakuinya kini selalu dibagikan kepada masyarakat dalam kegiatan Safari Ramadhan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga memohon bantuan dari para tokoh masyarakat, hingga ulama agar selalu mengingatkan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan penggunaan masker di luar rumah.
"Saya juga bilang kepada ibu-ibu. Apabila bapak pulang kerja, langsung mandi dan pakaian langsung dimasukkan ke ember khusus agar langsung dicuci. Begitu juga anak kita, abis main dari luar langsung dimandikan saja," tegasnya.
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait
Berita Terkait
-
Warga Dilarang Mudik, Kasus Corona di Sekadau Meroket
-
Mudik Lewat Kepri, 200 TKI Asal Malaysia Terkonfirmasi Positif COVID-19
-
Antisipasi Mudik Lebaran, Polres Banyuwangi Dirikan Empat Titik Penyekatan
-
Dinkes Menduga Varian Baru Covid-19 Lebih Ganas Sudah Ada di Batam
-
Muncul Klaster Tarawih di Bantul, 22 Warga Murtigading Positif Covid-19
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Pria Hanyut Terseret Arus usai Terjun ke Laut dari Jembatan Barelang Batam
-
12 Tahun BRILink Agen Dari BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Desa, Sampai ke Nusa Tenggara Barat
-
Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
BRI Hadirkan Posko Lebaran 2026, Pemudik Bisa Istirahat Gratis
-
Penumpang Mulai Padati Pelabuhan Batam, Pemudik Datang Naik 18 Persen