SuaraBatam.id - Pengalaman dan cerita hidup seorang pilot bernama Antonio Sena tidak hanya bisa menjadi pelajaran namun juga motivasi, bahwa keberhasilan tidak pernah pergi dari orang yang pantang menyerah dalam membawa harapan.
Kisah pria itu mengharukan banyak pihak, setelah ia mampu bertahan hidup 36 hari sendirian di tengah ngerinya hutan Amazon usai pesawat yang ia piloti mengalami kecelakaan.
Melansir dari Hops.id (jaringan Suara.com), pada awal tahun ini, seperti biasa, Sena menerbangkan sendiri pesawat Cessena untuk mengirim logistik bahan pokok ke kawasan tambang terpencil.
Nahas, pesawat yang ia piloti mengalami kegagalan mesin saat berada di ketinggian 900 meter. Sena dengan cepat lantas mengirim sinyal darurat "Mayday" melalui radio komunikasinya.
Beruntung, Sena bisa mendarat dengan selamat dengan memanfaatkan dahan pepohonan hutan Amazon. Namun, bahan bakar yang membasahi badan pesawat membuatnya terpaksa menjauh karena berpotensi terbakar.
Sena tetap menjaga jarak dengan posisi ia jatuh, berharap pesan yang disampaikan diterima oleh tim penyelamat dan melakukan evakuasi. Ia memperkirakan, tim SAR akan datang mengevakuasinya paling tidak antara 5-8 hari.
Tapi harapan Sena itu bertepuk sebelah tangan. Sepekan menunggu tim SAR di sekitar bangkai pesawat, tak ada tanda-tanda tim datang menyelamatkannya.
Sena yang merasa hidupnya terancam jika terus berada di lokasi lantas memutuskan untuk berjalan menyelamatkan diri dan bertahan hidup dari ancaman predator Amazon serta mencari jalan keluar dari Amazon.
Dengan perlengkapan seadanya dan keadaan fisik yang payah, Sena hanya melakukan perjalanan tiap pagi hari dengan patokan sinar matahari sebagai kompas.
Baca Juga: Kisah Jalan Kaki Ciputat - Gunung Rinjani: 3 Bulan di Jalan, 4 Buah Sandal
“Saya memutuskan untuk berjalan ke timur, menuju Matahari, dan saya berjalan setiap pagi sekitar dua hingga empat jam,” ujar dia.
“Saya juga harus membuat rencana ketika malam tiba – membangun tempat berlindung dan menyiapkan api,” sambungnya.
Sena memang memiliki keterampilan bertahan hidup yang pernah ia pelajari sebelumnya. Ia merasa benar-benar beruntung bisa mempelajarinya.
Terlebih, Sena yang lahir di daerah Amazon kerap mengamati orang-orang di kampungnya baik dari kebiasaan hingga makanan.
Dia mengaku selektif mengonsumsi buah-buahan yang tersedia di hutan Amazon.Untuk pertama kali dalam hidupnya, Sena menemukan buah yang belum pernah ia lihat. Dia menemukan buah kakao dan beragam lainnya.
“Ada buah yang belum pernah saya lihat seumur hidup saya, tetapi saya mengamati bahwa dulu kawanan monyet memakannya,” katanya.
Berita Terkait
-
Pilot Bertahan Hidup Sendirian Selama 36 Hari Usai Pesawat Jatuh di Amazon
-
Viral Pria Pinjami Rp 3,5 Juta, Dapat Imbalan Rp 9 Miliar
-
Pria Berkostum Badut Duduk di Pojokan, Ternyata Baca Alquran sama Anaknya
-
Mengerikan! Daftar Kecelakaan Pesawat di Indonesia Selama 2021
-
Kisah Jalan Kaki Ciputat - Gunung Rinjani: 3 Bulan di Jalan, 4 Buah Sandal
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Perkuat Ketahanan Ekonomi Purna PMI, BRI Peduli Gelar Pelatihan Wirausaha di Cirebon
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang