SuaraBatam.id - Hobi atau kesukaan memang tidak dilarang, terlebih jika itu bisa mengembangkan bakat atau tidak melawan hukum. Namun, hobi pria asal Kepri ini adalah hal yang tidak boleh dilakukan.
Pasalnya, pria berinisial AKS (19) itu dengan santainya melakukan ghosting atau menghilang tiba-tiba dan lari dari tanggung jawab usai melakukan hubungan layaknya suami istri dengan perempuan bernama Jessica (nama samaran.
Kekinian, pemuda itu sudah diringkus satuan Polsek Lubuk Baja.
Kronologi peristiwa ini berawal saat korban yang masih berusia 17 tahun berkenalan dengan AKS melalui Instagram. Setelah bertukar pesan melalui aplikasi itu, keduanya lantas bertukar nomer Whatsapp dan hubungan keduanya makin dekat hingga AKS mengajak korban jalan-jalan.
“Awalnya ngajak korban makan-makan, tapi di tengah jalan pikirannya berubah dan mengajak korban ke Hotel Polaris di kawasan Lubuk Baja,” ujar Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha, Jumat (19/3/2021).
Dari sinilah perbuatan pelaku semakin menjadi. Usai memesan kamar, pelaku lantas merayu korban dengan cara mencium dan memeluk korban agar mau menuruti nafsunya.
“Korban sempat menolak dengan menepis ajakan pelaku, tapi pelaku terus memaksa,” kata Dhani, melansir BAtamnews (jaringan Suara.com).
Korban lantas pasrah dan setuju melakukan hubungan suami istri bersama pelaku.. Dua bulan setelah itu, korban yang mengetahui dirinya hamil lantas meminta AKS bertanggungjawab.
“Waktu tahu seperti itu, pelaku sempat menyuruh korban untuk menggugurkan kandungannya, tapi korban tidak mau,” ucap AKBP Dhani.
Baca Juga: Fatwa MUI Rilis, Vaksinasi di Batam Saat Ramadan Akan Digelar Indoor
Lantaran korban tak mau gugurkan kandungannya, pelaku akhirnya berjanji akan bertanggungjawab untuk menikahi. Namun, mendadak pelaku malah menghilang tanpa kabar hingga keluarga korban lapor polisi.
“Tanggal 15 Maret kemarin orangtua korban melaporkan ke Polda Kepri kalau anaknya sudah hamil 4 bulan,” tutur Dhani.
Polisi kemudian melacak pelaku dan berhasil meringkusnya. Ia dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak, pasalnya korban masih di bawah umur.
Berita Terkait
-
Netizen Berhenti Beli Sang Pisang, Buntut Kaesang Ghosting Felicia Tissue
-
Felicia Tissue Umumkan Mundur dari Media Sosial, Habis Di-Ghosting Kaesang
-
Ketahui 6 Cara Efektif Atasi Sakit Hati Karena di-Ghosting Gebetan
-
Vonis Mati via Zoom saat Pandemi, Imparsial: Di-ghosting Saja Sakit Hati
-
Ibunda Felicia Tissue Bahas Dampak Buruk Ghosting, Sentil Kaesang?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid