SuaraBatam.id - Proses penyidikan dugaan kasus korupsi dana Program Keluarga Harapan (PKH) tahun anggaran 2018-2019 di wilayah Kecamatan Tigaraksa terenti selama tiga minggu.
Penetapan tersangka penyelewengan dana bantuan bagi orang miskin tersebut yang dijadwalkan diumumkan akhir Februari 2021 urung dilakukan.
“Iya nih macet, malahan sudah tiga minggu berhenti pemeriksaan,” kata Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Nana Lukmana dilansir laman BantenHits.com, Rabu (3/3/2021).
Menurutnya, terhentinya proses penyidikan dikarenakan pihaknya tengah disibukan oleh kegiatan-kegiatan lain salah satunya pemusnahan barang bukti. Selain itu, sambung dia, ada dua penyidik yang terpapar Covid-19.
“Posisinya karena yang pertama ada kegiatan kasi pidsus (pemusnahan barang bukti), kedua dari enam orang penyidik ada dua yang Covid, terus ada satu yang pindah,” terangnya.
Kendati begitu, Nana mengatakan jika proses penyidikan akan segera dilanjut kembali paling lambat minggu depan dengan agenda penetapan tersangka.
“Kalau nggak ada trouble kaya pindah, Covid, ada kegiatan pemusnahan, tamu, harusnya sesuai jadwal di akhir Februari. Tapi ini agak sedikit meleset di luar kontrol kita sebenarnya,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bersaksi, Eks Dirjen KKP: Permen Edhy Prabowo Tidak Pro Rakyat Kecil!
-
Diskakmat Jhoni Allen soal Korupsi Hambalang, Andi Mallarangeng Cuma Ngakak
-
Kasus Korupsi Lama Bakal Disetop, Pimpinan KPK: Buat Apa Kami Gantung Terus
-
Jaksa Jelaskan Trik Korupsi Mantan Sekretaris MA Nurhadi
-
KPK Dalami Motif Korupsi Nurdin Abdullah, Diduga Buat Bayar Utang Kampanye
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
- Apakah 180 BPM Normal saat Lari? Ini Cara Menghitung Heart Rate Sesuai Usia
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun
-
Nelayan Anambas Terombang-ambing Berhari-hari hingga Lautan Malaysia
-
Warga Diperiksa Polda Kepri usai Kritik Blackout Batam, Siapa Pelapornya?
-
Kabut Asap Menipis, Siswa di Batam Kembali Belajar ke Sekolah
-
PLN Klaim Blackout Batam-Bintan Sudah Dipulihkan 100 Persen