SuaraBatam.id - Dosen Komunikasi Universitas Indonesia yang sering berkomentar melalui akun media sosial Twitternya Ade Armando turut mengomentari polemik pemakaian kerudung yang belakangan ramai diperbincangkan.
Menurutnya, ada banyak ulama yang yang meyakini pemakaian jilbab tidak wajib. Sehingga masyarakat tidak bisa menyalahkan pemerintah jika melarang pemaksaan jilbab di sekolah.
"Ada banyak ulama yakin jilbab tidak wajib. Jadi jangan salahkah pemerintah ya kalau pemerintah melarang ada pemaksaan jilbab di sekolah," tulisnya melalui akun @adearmando1.
Dalam cuitannya tersebut, ia turut mengunggah sebuah laman yang mengklaim ulama Nahdlatul Ulama menyebut orang yang tidak berjilbab tidak bisa dipaksa memakai jilbab begitu pula sebaliknya.
Melansir dari Hops.id (jaringan Suara.com), Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Banten, Sukron Makmun menyebutkan sekolah itu tidak bisa memaksakan semua orang satu seragam.
Sukron mengisahkan saat dia tinggal di Mesir. Ia melihat putri Syekh Ali Jum’ah tidak memakai jilbab. Padahal Syekh Ali adalah mufti nasional dari Mesir itu sendiri. Di mana Syekh Ali menyatakan tak memaksa putrinya untuk pakai jilbab.
Ia juga memberi contoh ulama-ulama zaman dulu yang mempersilakan istri-istrinya memakai pakaian biasa. Tanpa mengharuskan memakai pakaian tertutup yang menutup aurat seluruh badan.
“Lihat saja keluarga Buya Hamka, tokoh-tokoh muslimat NU dan istri-istri kiai NU, pakai kerudungnya juga biasa,” ungkapnya.
Ia lantas menyampaikan awal mula penggunaan jilbab berkembang di jazirah Arab, sebelum akhirnya sampai ke Indonesia yang berkaitan pada surat Al Ahzab ayat 59.
Baca Juga: Selesaikan Kasus Abu Janda, Banser Siap Bantu Polri
“Dahulu di Madinah, ketika masih diselimuti padang pasir, banyak perempuan yang untuk buang air mesti bersembunyi di padang kurma. Jadi banyak sekali perempuan yang masih belum nyaman, sebab ketika itu banyak orang nakal, terutama para budak,” kata dia.
Guna menyelamatkan mereka dari upaya jahat para budak yang nakal, penggunaan jilbab berfungsi menjelaskan identitas mereka.
Berita Terkait
-
Anggota FPI Diciduk Densus, Ade Armando: Layak Disebut Organisasi Teroris
-
Pemaksaan Jilbab di Sekolah, Wapres: Tidak Tepat Secara Agama dan Negara
-
Ade Armando: Pelarangan dan Pemaksaan Jilbab Sama Busuknya
-
Kemenag Bisa Beri Sanksi Jika Ada Sekolah Ogah Ikut Aturan SKB 3 Menteri
-
Menag Yaqut: Kasus Pemaksaan Jilbab di Padang Adalah Puncak Gunung Es
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah
-
Oknum Guru SD di Bintan Timur Ditangkap, Tiga Tahun Peras 10 Anak Didiknya
-
Transaksi QRIS BRI Melonjak 76%, Dorong Digitalisasi Merchant