SuaraBatam.id - Rusia dan Jerman berencana memproduksi vaksin virus Covid-19 secara bersama-sama. Hal tersebut ditandai dengan pembahasan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Angela Merkel.
Seperti dilansir dari laman thelocal.de, gagasan kerjasama itu dibahas pada hari Selasa (5/1/2021) waktu setempat.
Menurut sumber dari Istana Kremlin, kerjasama Rusia dan Jerman ini difokuskan pada penekanan kemungkinan prospek produksi vaksin secara bersama-sama.
"Masalah kerja sama dalam memerangi pandemi virus corona dibahas dengan penekanan pada kemungkinan prospek produksi vaksin bersama," kata pejabat Istana Kremlin dalam sebuah pernyataan di laman thelocal.de ditulis Kamis (7/1/2021).
Meski demikian, pejabat di Istana Kremlin belum menjelaskan secara detail teknis kerjasama pengadaan vaksin Covid-19 antar kedua Negara ini.
Namun pihak Kremlin menambahkan bahwa, kesepakatan antar kedua negara ini telah tercapai di antara Kementerian Kesehatan kedua negara dan badan-badan khusus di Rusia maupun Jerman.
Baru-baru ini, baik Rusia maupun Jerman, sama-sama telah memulai program vaksinasi massal di dalam negeri masing-masing untuk melawan penyebaran virus Corona dan menghindari kembali penutupan akses secara besar atau lockdown.
Sementara itu, sebuah sumber dari Russian Direct Investment Fund (RDIF) mengungkapkan fakta baru bahwa, pada Sabtu pekan lalu Rusia siap melakukan uji klinis kombinasi antara vaksinnya Sputnik V dengan vaksin buatan AstraZeneca bersama Universitas Oxford di Ukraina.
Russian Direct Investment Fund (RDIF) menuturkan, uji klinis itu dilakukan untuk melihat sampai sejauh mana kombinasi tersebut dapat meningkatkan efektivitas vaksin AstraZeneca/Universitas Oxford.
Baca Juga: Lockdown Nasional, Inggris Tetap Lanjutkan Program Vaksinasi Virus Corona
Terkait uji klinis kombinasi vaksin Sputnik V dengan AstraZeneca, Presiden Putin mengapresiasi penandatanganan kerjasama yang diambil RDIF dengan Universitas Oxford. Menurut Putin, kesepakatan ini akan memungkinkan pencapaian terobosan dalam pengembangan vaksin Covid-19 secara global.
"Keputusan AstraZeneca untuk melakukan uji klinis menggunakan salah satu dari dua vektor Sputnik V untuk meningkatkan kemanjuran vaksinnya sendiri merupakan langkah penting untuk menyatukan upaya memerangi pandemi," ujar CEO RDIF Kirill Dmitriev, dalam sebuah pernyataan saat itu.
"Kami menyambut baik dimulainya tahap baru kerjasama antar produsen vaksin ini. Kami bertekad untuk mengembangkan kemitraan ini di masa depan dan memulai produksi bersama setelah vaksin baru menunjukkan kemanjurannya dalam uji klinis," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pria di Anambas Ditemukan Tewas Dalam Rumah usai Cekcok dengan Istri
-
Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah
-
Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik
-
Fesmed Selat Malaka 2026, Mengawal "Biaya Ekologis" di Tengah Gemerlap Investasi AI