SuaraBatam.id - Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kepulauan Riau cukup membuat warga kesulitan di tahun baru. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan mencatat, cuaca ekstrem terjadi pada 1-2 Januari 2021.
Plt Kepala BPBD Bintan, Ramlah menyebut, data sementara, ada 3.491 warga yang terdampak banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor hingga abrasi pantai yang telah mengungsi di posko-posko ataupun aula kantor pemerintah.
"Itu baru hasil sementara. Jumlahnya dipastikan terus bertambah karena kami masih melakukan inventarisasi di beberapa lokasi bencana," ujar Ramlah, Minggu (3/1/2021).
Ribuan warga terdampak bencana itu berasal dari Kecamatan Bintan Timur (Bintim) 767 KK, Kecamatan Bintan Utara (Binut) 1.818 KK, Kecamatan Teluk Sebong 625 KK, Kecamatan Gunung Kijang 80 KK, dan Kecamatan Teluk Bintan 2 KK.
Sementara warga yang terdampak bencana di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Mantang, Bintan Pesisir, dan Toapaya belum diketahui jumlahnya. Namun pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan terkait untuk pendataan.
"Teluk Bintan ada juga banjir namun tak ada kerugian yang besar. Namun ada 2 KK yang terdampak bencana angin puting beliung. Kalau kecamatan lainnya ada banjir, longsor atau abrasi pantai namun belum diketahui jumlah pastinya. Seperti di Kecamatan Mantang, Bintan Pesisir, Toapaya dan Seri Kuala Lobam," jelasnya, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).
Saat ini, BPBD juga sudah menyediakan posko logistik dan dapur umum di beberapa lokasi. Beberapa personil juga dikerahkan untuk membantu warga..
Sedangkan untuk fasilitas umum (fasum) yang rusak seperti bangunan, jalan raya dan lainnya telah ditangani oleh Dinas PUPR Bintan dan Dinas Perkim Bintan.
"Kami saling koordinasi dengan seluruh instansi terkait. Kemudian juga kepolisian, TNI dan lainnya agar penanganan korban bencana bisa segera teratasi," katanya.
Baca Juga: Banjir di Kudus Meluas, Ribuan Rumah di 4 Desa Terendam
Bupati Bintan, Apri Sujadi meminta Dinas Perkim, Dinas PUPR dan Dinas Sosial segera menginventarisir kerusakan infrastruktur akibat bencana di Kabupaten Bintan. Hal itu harus dilakukan agar segera dapat mengambil langkah-langkah terbaik untuk perbaikan infrastruktur tersebut.
"Sudah kita minta agar dinas-dinas itu segera menginventarisir infrastruktur yang rusak akibat banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung," sebutnya.
Tidak hanya itu, dirinya juga sudah menginstruksikan agar camat, lurah dan kades dapat melakukan pendataan warga yg terdampak di wilayahnya.
Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) seperti Polisi dan TNI juga sdah berkoordinasi untuk menentukan titik posko tanggap darurat di wilayah masing-masing serta mengajak bersama-sama masyarakat guna berpartisipasi untuk membuat dapur umum di wilayah yang terdampak.
"Kita juga meminta agar BPBD dan Dinsos agar menyiapkan posko logistik dan peralatan tanggap darurat serta perlengkapan dapur umum di masing-masing wilayah. Selain itu, Dinas Kesehatan juga diharapkan dapat membantu mengecek kesehatan warga yang ada di posko tanggap darurat," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Pria Hanyut Terseret Arus usai Terjun ke Laut dari Jembatan Barelang Batam
-
12 Tahun BRILink Agen Dari BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Desa, Sampai ke Nusa Tenggara Barat
-
Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
BRI Hadirkan Posko Lebaran 2026, Pemudik Bisa Istirahat Gratis
-
Penumpang Mulai Padati Pelabuhan Batam, Pemudik Datang Naik 18 Persen