SuaraBatam.id - Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) kembali kedatangan Yayasan doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) yang memberikan pelayanan di RSA Nusa Waluya II.
Rumah Sakit Apung (RSA) dr Lie Dharmawan yang sebelumnya telah dikunjungi kini sudah berlabuh di dermaga Kelurahan Senayang, Kecamatan Senayang. Seremonial kegiatan penyambutan juga sudah dilakukan, Rabu (30/12/2020) kemarin.
Meski sudah hadir di lokasi terkait, karena tim yang datang bersamaan dengan RSA tersebut berasal dari zona merah, maka para tim harus menjalani protokol kesehatan alias di isolasi dan baru neroperasi pada 12 Januari 2021.
"Bagi masyarakat yang ingin berobat di RSA ini gratis. Hanya perlu menunjukkan KTP sama KK saja," ucap Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan dan SDK di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Lingga, drg Siti Nafiah kepada Batamnews (jaringan Suara.com), Rabu (30/12/2020) kemarin.
Ia menambahkan, pelayanan yang kedua kalinya dilakukan oleh Yayasan doctorSHARE di Kabupaten Lingga ini telah mengantongi izin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga hingga Maret 2021.
"Pemkab memberikan izin operasional sampai tanggal 21 Maret 2021. Pelayanannya hanya di Senayang, karena RSA Nusa Waluya II ini berupa kapal tongkang," sebut wanita yang akrab disapa Utit ini.
Bupati Lingga melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Yusrizal yang membuka resmi kegiatan sosial pelayanan medis RSA Nusa Waluya II di dermaga Senayang itu berharap masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran RSA sebaik mungkin.
"Untuk seluruh masyarakat Kabupaten Lingga kami berharap agar dapat memanfaatkan fasilitas yang ada pada RSA Yayasan doctorShare ini. Di RSA ini tersedia pelayanan Poli Umum, Kebidanan dan Kandungan serta Laboraturium," ungkapnya.
Baca Juga: Kisah Dokter Gamal Albinsaid Pencetus Layanan Berobat Bayar Pakai Sampah
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar