SuaraBatam.id - Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Babel) sampai saat ini terus berusaha mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) kucuran dana kredit BRI Kota Pangkalpinang yang terjadi sejak 2017 hingga 2019.
Dalam periode tersebut, kucuran dana kredit BRI Kota Pangkalpinang mencapai angka Rp 40 Miliar kepada 47 nasabah (debitur).
Hal tersebut diungkapkan pihak Kejati Babel, di mana mereka kembali melakukan penahanan terhadap para tersangka diduga terlibat dalam kasus tipikor BRI Pangkalpinang ini pada Jumat (11/12/2020) malam.
Penahanan terhadap para tersangka dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pengembangan penyidikan oleh tim penyidik Pidsus Kejati Babel.
Tersangka yang ditahan kali ini berjumlah empat orang staf BRI yang masing-masing bernama Handoyo, M Dinal dan Edwar (Credit Investigator) serta seorang staf kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir, Riandi alias Kiki.
Awalnya tim penyidik Pidsus pada Jumat (11/12/2020) malam menahan 3 tersangka yakni Handoyo, M Dinal dan Edwar (Credit Investigator) dan selanjutnya menahan seorang tersangka lainnya, Riandi alias Kiki.
“Hari ini kita melakukan penahanan terhadap 4 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi BRI Pangkalpinang,” kata Kasi Penkum Kejati Babel, Basuki Raharjo SH didampingi Plt Aspidsus Kejati Babel, Johny Pardede SH kepada wartawan, Jumat (11/12/2020) malam di gedung Pidsus Kejati Babel.
Empat orang staf BRI yang kini berstatus tersangka sempat menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Pidsus Kejati Babel dari siang hingga menjelang sore dan didampingi para penasihat hukumnya.
Usai menjalani pemeriksaan, empat orang tersangka ini langsung digiring ke dalam mobil tahanan Kejati Babel dengan pengawalan ketat guna dititipkan di rutan Mapolres Pangkalpinang.
Baca Juga: Mensos Juliari Diduga Potong Dana Bansos Lebih dari Rp 10 Ribu per Paket
Ditegaskanya lagi, sebelumnya tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Babel telah menetapkan sedikitnya 6 orang tersangka masing-masing Sugianto alias Aloy (telah ditahan) dan Desta selaku accounting official (AO) BRI (telah ditahan) termasuk empat orang staf BRI lainnya.
Saat disinggung soal dugaan kerugian keuangan negara atas kasus dugaan korupsi dana kucuran kredit BRI Pangkalpinang ini justru ditegaskan Kasi Penkum saat sifatnya berpotensi senilai Rp 45,5 miliar.
Pihak Kejati Babel sebelumnya juga sudah menyita aset milik tersangka Aloy mencapai senilai Rp 13,6 miliar. Mereka juga sempat memeriksa mantan kepala cabang BRI Pangkalpinang, Ardian Hendri Prasetyo terkait kasus serupa.
Aset senilai tersebut terdiri dari tanah dan bangunan rumah. Saat ini pun kedua tersangka ini (Aloy dan Desta) status perkaranya sudah naik ke tahap penuntutan.
Kontributor : Wahyu Kurniawan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun
-
Nelayan Anambas Terombang-ambing Berhari-hari hingga Lautan Malaysia
-
Warga Diperiksa Polda Kepri usai Kritik Blackout Batam, Siapa Pelapornya?
-
Kabut Asap Menipis, Siswa di Batam Kembali Belajar ke Sekolah
-
PLN Klaim Blackout Batam-Bintan Sudah Dipulihkan 100 Persen