SuaraBatam.id - Habib Rizieq Shihab tidak akan mengadakan acara keramaian pasca melanggar protokol kesehatan dan didenda Rp 50 juta. Habib Rizieq kini memutuskan tak lagi membuat kerumunan massa sampai virus Corona (Covid-19) berakhir.
Rizieq mengajak kepada seluruh pengikutnya untuk menjalani pola hidup sehat. Rizieq kini juga sedang meliburkan diri dari penyelenggaraan acara yang dihadiri banyak orang sehingga menimbulkan kerumunan massa.
"Sebagai wujud komitmen IB HRS (Habib Rizieq Shihab) dalam mengajak umat untuk menciptakan pola hidup sehat di masyarakat, maka untuk sementara IB HRS memilih tidak melakukan kegiatan yang akan berdampak pada penumpukan massa hingga situasi kembali normal," demikian disampaikan FPI melalui pengacaranya Aziz Yanuar kepada Suara.com, Kamis (19/11/2020).
Dalam keterangan tertulis tersebut, Rizieq juga dikabarkan tengah beristirahat karena kelelahan dengan rentetan acara yang dihadirinya setelah tiba di tanah air pada 10 November 2020.
"Bahwa IB HRS saat ini memilih untuk istirahat, jeda sejenak, karena selain cukup lelah akibat melalui perjalanan panjang dan langsung beraktivitas dengan tingkat kepadatan tinggi," ujarnya.
"Serta setelah melihat antusiasme umat sejak tanggal 10 November saat kedatangan hingga 14 November pada acara Maulud Nabi SAW di Petamburan, umat begitu antusias pada setiap kegiatan yang dihadiri IB HRS yang berdampak pada penumpukkan massa," sambungnya.
Selain itu, FPI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah mengajukan undangan kepada Rizieq. Pasalnya, Rizieq belum bisa menghadiri undangan tersebut sampai pulih kembali.
Diketahui, setidaknya ada tiga kerumunan besar pasca kepulangan pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab dalam satu pekan terakhir, mulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten; Masjid di Megamendung, Bogor; hingga Masjid di Tebet, Jakarta Selatan dan acara pernikahan di Petamburan, Jakarta Pusat.
Gara-gara kerumunan itu, sejumlah pejabat Polri dicopot karena dianggap tidak melaksanakan tugas penegakkan protokol kesehatan.
Baca Juga: Habib Rizieq: Siap Bela Nabi? Siap Habisi yang Hina Nabi Muhammad?
Kemudian, sejumlah kepala daerah yang bertanggung jawab pun diperiksa oleh pihak kepolisian untuk dimintai klarifikasi yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Gubermur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Gubermur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Berita Terkait
-
Tak Cukup Utus Menlu, Habib Rizieq Desak Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka untuk Ali Khamenei
-
Tolak Komando AS di BoP! FPI Desak Prabowo Batalkan Rencana Kirim 8 Ribu TNI ke Gaza
-
FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace
-
Prabowo Bakal Hadir di BoP AS, FPI Sampaikan Peringatan ke Pemerintah
-
FPI Khawatirkan dan Pertanyakan Iuran Board of Peace
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
ABK Kasus Sabu 2 Ton Bebas Hukuman Mati, Habiburokhman Bilang Begini
-
Apa Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, Ini Kata Ketua PERBANAS
-
Transformasi BRIVolution Reignite Perkuat Kinerja, Laba Anak Usaha BRI Group Tembus Rp10,38 Triliun
-
Kasus Sabu 2 Ton, ABK Fandi Ramadhan Akhirnya Bebas dari Hukuman Mati
-
Silaturahmi Ramadan BRI: Aset Tembus Rp2.135 Triliun, Dukungan Jurnalisme Rp250 Juta