"Hamba sahaya itu mempergunjingkan nabi, berbulan-bulan, bertahun-tahun. Dan selama itu juga sahabat memberi nasihat, tolong jangan singgung, jangan hina nabi, tapi perempuan ini bandel. Akhirnya suatu ketika usai pulang Salat Isya, di rumah mau makan malam, hamba sahaya itu ngoceh lagi, mulutnya hina nabi," tutur Habib Rizieq.
"Waktu itu di pinggang sahabat itu ada pedang belati. Dia bilang cukup dong, kok hina nabi, nanti aku beri pelajaran, eh terus ngoceh dan akhirnya dia tusuk. Persis kena lambung, mati itu perempuan," lanjutnya.
Keesokan harinya, dia diinterogasi Nabi Muhammad SAW di hadapan para sahabat. Usai mendengar pengakuan sahabat, nabi lalu tak menghukumnya.
Selain itu, Habib Rizieq juga mengisahkan perihal Nabi Muhammad yang memerintahkan sahabatnya untuk menyelesaikan biang hoaks pada masa itu, yakni Ka'ab bin Al Asyraf. Dia adalah pemimpin Yahudi yang memusuhi Nabi Muhammad. Nabi Muhammad sendiri yang meminta para sahabat membunuhnya.
Habib Rizieq mengatakan, Ka'ab bin Al Asyraf kalau sekarang ini hampir sama dengan buzzer.
"DIa kerjaannya hujat nabi, dia buzzer, biang buzzer, suka sebarkan hoaks," terang Habib Rizieq.
Pada akhirnya, Ka'ab bin Al Asyraf berhasil dibunuh oleh para sahabat nabi Muhammad SAW.
Namun, ternyata riwayat lain menyebut ada penghina Nabi Muhammad yang tidak dibunuh. Sebab, ada beberapa kondisi tertentu, misalnya seorang pengemis buta miskin yang tiap hari mencaci Nabi Muhammad SAW padahal tiap hari Rasulullah memberi sedekah uang kepadanya.
Si pengemis tersebut tidak dibunuh karena dia tak berdaya, bukan siapa-siapa, miskin, dan buta.
Baca Juga: Dinilai Ikut Berkaitan dengan Hajatan Rizieq, DPR: Coba Menag Gak Utus KUA
Sahabat Nabi Muhammad SAW memang marah dengan pengemis itu. Namun, Nabi Muhammad SAW meminta sahabatnya untuk tidak agresif. Rasulullah mengatakan, biarkan saja. Sebab, si pengemis nant akan sadar sendiri. Alkisah, setelah nabi wafat, si pengemis itu bertaubat lantaran tahu sosok yang memberinya uang setiap hari adalah Nabi Muhammad.
Riwayat lainnya, nabi dan sahabat sedang siap berangkat perang dengan tentara kuda. Di tengah perjalanan, rombongan merusak paga kebun seorang Yahudi. Tak khayal, empunya marah dan memaki nabi. Kendati begitu, Rasulullah menahan amarah sahabatnya. Nabi Muhammad mengatakan cukup ganti rugi saja karena itu cuma urusan pagar, bukan soal prinsip seperti akidah.
Dalam ceramahnya itu, Habib Rizieq mengatakan, belajar dari berbagai riwayat penghinaan pada Nabi Muhammad SAW, berarti ada konteksnya.
"Jadi ada saatnya, ada tempatnya, da ada masanya. Ini yang mesti kita buka kepada umat. Supaya umat cerdas, jangan cerita soal sabarnya nabi tapi tegasnya disembunyikan. Atau sebaliknya, cerita tegasnya nabi, tapi arif bijaknya disembunyikan. Kalau kita cerita soal tegasnya nabi tanpa cerita arifnya nabi, nanti umat salah paham jadi garang semua saudara. Tapi kalau kita cerita berimbang, inia rifnya cerdas, pandainya nabi, umat jadi cerdas dan pandai cara contoh nabi kita tercinta," cetus Habib Rizieq.
"Kalaunurusan agama, itu ditimbang lagi oleh Nabi saudara. Dilihat lagi mudharatnya dan baru tentukan mana yang dibiarkan dan mana yang harus ditegakkan hukum. Beliau manusia cerdas. Beliau sabar tapi tegas dan cerdas. Bagaimana perlakukan lembut, kapan tegas, kapan marah, kapan ambil tindakan tegas terhadap para penghina nabi," sambungnya.
Lebih lanjut, Habib Rizieq juga menjelaskan, berdasarkan ijtima ulama ahlu sunnah dan non ahlu sunnah, penghina nabi wajib dihukum mati. Kendati begitu, dalam praktiknya sejarah Islam mencatat penghina nabi ada yang bukan dari muslim.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Lantik 311 Pejabat Pemkot Batam, Amsakar Ingatkan Tak Ada Pungli dan ASN Malas
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah
-
Oknum Guru SD di Bintan Timur Ditangkap, Tiga Tahun Peras 10 Anak Didiknya