SuaraBatam.id - Minimnya jumlah peneliti di Indonesia menjadi salah satu alasan mengapa perkembangan ilmu pengetahuan dan riset Indonesia kalah jauh dibandingkan China dan Amerika Serikat.
Menurut Pendiri PT Kabe Farma Tbk, dr. Boenjamin Setiawan, PH.D. jumlah peneliti di Indonesia tidak sampai 5 persen dari jumlah peneliti di China.
"Saya lihat Indonesia itu jumlah penelitinya hanya ada 46.000 orang, relatif kecil sekali. Yang paling besar China, jumlah penelitinya ada 1,4 juta orang, disusul sama Amerika kira-kira ada 900.000 orang," ujar dr. Boenjamin dalam acara pembukaan Kalbe Science Awards (RKSA) 2021, Selasa (10/11/2020).
Selain berharap jumlah peneliti semakin banyak, dr. Boenjamin juga berharap penelitian yang dilakukan di Indonesia lebih berkualitas, dan itu sangat bergantung pada dana penelitian yang didapatkan peneliti. Maka, salah satu harapan dana penelitian ini datang dari pemerintah.
Alangkah baiknya jika, dana penelitian dianggarkan khusus oleh pemerintah dan masuk dalam jatah presentase pendapatan negara atau gross domestic product (GDP).
Misalnya pemerintah mendapatkan pemasukan, maka sekian persennya diperuntukkan mendanai penelitian para peneliti.
"Harapan saya, dana penelitiannya dalam 5 tahun yang akan datang menjadi 1 persen dari GDP Indonesia. Ini yang saya kira penting sekali dan moga-moga hal ini bisa terlaksana," terangnya.
Lebih lanjut, dr. Boenjamin juga berharap penelitian tidak berakhir di buku penelitian semata, tapi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Misalnya hasil penelitian bisa dihilirisasi atau komersialisasi dalam bentuk obat atau produk, dan di sinilah peran perusahaan bermain.
"Pada unsur hilirisasi inilah, unsur bisnis atau perusahaan memegang peranan penting agar penelitian yang dilakukan oleh para akademisi dapat dinikmati secara nyata oleh masyarakat. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan juga berperan penting dalam memperlancar proses penelitian di Indonesia," tutup dr. Boenjamin.
Baca Juga: Dianggap Murahan, Promosi Universal Studios di Beijing Tuai Kritikan
Berita Terkait
-
Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi
-
Review Drama King of Comedy, Kelucuan Warga Dalam Mempertahankan Desa
-
Harga Batu Bara Anjlok Namun Diprediksi Segera Pecahkan Rekor Tertinggi, Kok Bisa?
-
Pamerkan Inovasi, Dua Siswa SMP Presentasikan Inovasi Beras di FIJ 2026
-
Impor Baja China Banjiri RI, Industri Lokal Terancam Gulung Tikar
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Perkuat Ekosistem Koperasi Desa, BRI Berikan Dukungan Lewat Kehadiran BRILink Agen
-
Dirut PLN Dicopot di Tengah Blackout Kepri
-
PLN Batam Ungkap Penyebab Blackout di Kepri: Monyet
-
Warga Batam Diminta Waspada: Kualitas Udara Memburuk, Jarak Pandang Terbatas
-
Bahlil Ungkap Penyebab Blackout PLN Batam: Kemungkinan Kelelawar