SuaraBatam.id - Nikita Mirzani dilaporkan ke polisi karena wawancara Seleb TikTok Cimoy Montok dengan membahas konten dewasa. Sementara Comoy Montok masih anak-anak, berusia 16 tahun.
Nikita Mirzani wawancara Cimoy Montok di akun YouTubenya, Crazy Nikmir REAL dan unggah 13 Mei 2020 lalu. Konten itu berjudul 'Pertemanan yang buruk, kehidupan klub malam dan mabok... semua udah Comoy lewatin'.
Dalam konten itu Nikita Mirzani membahas soal hubungan seks, bertanya soal booking atau diajak hubungan seks, sampai membahas soal BH atau bra perempuan.
Pelaporan itu dibuat Ketua salah satu LSM Kota Medan, Rahmat Junjung Sianturi. Rahmat merasa pertanyaan yang dilontarkan Nikita Mirzani cukup meresahkan. Apalagi Cimoy Montok masih di bawah umur.
Rahmat mewakili masyarakat Medan melaporkan akun YouTube Nikita Mirzani, Crazy Nikmir Real ke Polda Sumatra Barat pada 26 Oktober 2020 lalu terkait dugaan pornografi dan asusila terhadap anak di bawah umur.
Mengapa YouTubenya dilaporkan saja? Rahmat mengaku tak mengerti caranya.
"Nggak terpikir. Nggak sampai ke situ (report). Kita bergerak langsung secara spontan," ungkap Rahmat, saat jumpa press di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2020).
Karena itu, dia memutuskan buat melaporkan janda tiga anak itu polisi.
"Kita juga nggak sampai ke sana. Kita juga gaptek juga nggak mengerti dengan masalah itu," tuturnya.
Baca Juga: Polisikan Nikita Mirzani Karena Cimoy Montok, Rahmat Bantah Pansos
"Tapi saya menganggap ini tidak etis. Kalau nggak ada yang bergerak siapa yang bergerak. Sedangkan ulama yang mengumandangkan kebaikan dilaporkan," ucap Rahmat.
"Baik dari kristen maupun Islam. Banyakkan? Yang melaporkan pendeta, ustaz, apa lagi yang jelas-jelas mengumandangkan nilai-nilai porno kita tidak berani melaporkannya? Manusia apa kita ini," papar dia.
Mewakili masyarakt Medan, Rahmat berharap pihak terkait dapat menindak Nikita Mirzani dan menutup akun YouTube-nya.
Rahmat juga dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI.
"Jadi kami berharap KPAI, pihak terkait bergerak kewenangan terhadap YouTube ini kami harap akun YouTube ini segera dihapus. Karena disitu dipertontonkan pertanyaan seks kepada anak-anak" ujarnya.
"Kita ingin Nikita diperiksa, diambil tindakan jika memang ada unsur pidananya. Kami serahkan kepada penengak hukum," pinta Rahmat.
Berita Terkait
-
Cimoy Montok Resmi Menikah, Gaun Pengantin Banjir Pujian
-
Jejak Digital Menyeramkan, Shella Saukia Juluki Dirinya Ular seperti Ucapan Nikita Mirzani
-
Viral Cimoy Montok Melahirkan? Ini Faktanya
-
Cimoy Montok Dilamar hingga Kini Tampil Berhijab! Siapa Sosok Pria yang Berhasil Meluluhkan Hatinya?
-
Pamer Foto Lamaran, Kebaya Cimoy Montok Malah Disebut Mirip Pagar Ayu
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin