SuaraBatam.id - Kompol Imam Ziadi yang terlibat sebagai kurir 16 Kilogram Sabu di jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru pada Jumat (23/10/2020) lalu ditegaskan oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, status hukumnya akan terus berjalan.
"Untuk saudara IZ Kita akan proses penegakan hukum kode etik bagi yang bersangkutan yaitu kode etik kepolisian. Bagi para pelanggar kode etik, ancaman hukuman tentu terkait kedinasan, pemecatan yang kita proses hari ini," ucap Agung, Senin, (26/10/2020).
Ia juga sangat menyesalkan tindakan Kompol IZ, sebagaimana seorang aparat yang seharusnya menegakkan hukum dan menjadi contoh masyarakat namun malah terlibat dalam kejahatan.
"Memalukan bagi kita semua, IZ mengingkari ikrarnya kepada negara, mengingkari kepada masyarakat, orang seperti ini layak diberikan hukuman yang pantas," ujarya, melansir Riau Online (jaringan Suara.com).
Seperti yang diketahui sebelumnya, Kompol Imam dan rekannya Hendry Winata terlibat aksi saling kejar dengan Tim Reserse Narkoba Polda Riau di depan Arengka Auto Mall jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru, Jumat (23/10/2020) lalu.
Saat aksi saling kejar tersebut, IZ yang membawa Blazer BM 1306 VW bersama Hendry Winata membawa dua tas ransel yang berisi 16 kilogram narkoba jenis sabu.
Dalam kesempatan itu ia juga menjelaskan, Kompol Iman Ziadi mendapat tugas dari Hendry untuk menjaganya dalam pengantaran 16 Kilogram Sabu.
"Saudara Hendry Winata ini meminta Kompol Imam untuk memberi perlindungan kepadanya dalam pengiriman 16 Kilogram Sabu," ucap Agung.
"Untuk saudara IZ Kita akan proses penegakan hukum kode etik bagi yang bersangkutan yaitu kode etik kepolisian. Bagi para pelanggar kode etik, ancaman hukuman tentu terkait kedinasan, pemecatan yang kita proses hari ini," sambugnya.
Baca Juga: Ternyata Inilah Peran Oknum Perwira Polisi yang Ikut Bawa 16 Kg Sabu
meski demikian, lantaran kondisi Kompol Imam yang masih dalam perawatan di RS Bhayangkara Polda Riau, sehingga ia belum bisa dimintai keterangan dalam kasus ini.
Berita Terkait
-
Ternyata Inilah Peran Oknum Perwira Polisi yang Ikut Bawa 16 Kg Sabu
-
Libur Panjang Masa Pandemi, Hotel di Pekanbaru Perketat Protokol Covid
-
Polisi Gagalkan Penyelundupan 4,2 Kg Sabu dari Aceh ke Lampung
-
Kematian Akibat Covid-19 di Riau, Pekanbaru Tertinggi, Inhu Terendah
-
Oknum Polisi Jadi Kurir Sabu, Terlibat Dalam Jaringan Internasional
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin
-
Semangat Merah Putih di Asian Games 2026, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar
-
Kualitas Udara Membaik, Siswa Batam Kembali Belajar di Sekolah
-
Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal