SuaraBatam.id - Nada suara Rizal Ramli meninggi saat kritik habis-habisan polisi yang menangkap aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Rizal Ramli tak terima lantaran polisi dinilai tak adil.
Salah satunya peristiwa pemborgolan tangan aktivis KAMI yang dinilai tak tepat. Sebab mereka bukan teroris.
Rizal Ramli membandingkan perlakuan polisi pada koruptor kelas atas yang tidak diborgol. Termasuk jenderal polisi yang tak diborgol
Sentilan Rizal Ramli itu disampaikan dalam Indonesia Lawyers Club tvOne. Rizal mengalamatkan sentilan ini agar menjadi perhatian bagi Menkopolhukam Mahfud MD dan Kepala Staf Presiden, Moeldoko.
Rizal juga menyoroti cara polisi menjemput para aktivis KAMI yang terlihat tidak elegan.
Misalnya Jumhur Hidayat ditangkap pukul 04.00 oleh 30 polisi.
Mereka mendobrak pintu rumah Jumhur dan langsung memaksa Jumhur ke kantor polisi tanpa dikasih waktu ganti baju.
Selain itu, Rizal prihatin, Jumhur yang baru operasi empedu tak dikasih kesempatan menebus obat.
Rizal menilai jelas ada diskriminasi perlakuan polisi pada para tersangka sebuah kasus besar. Aktivis KAMI diborgol tangannya, tapi pengemplang duit negara dan jenderal polisi yang tersangkut kasus suap malah nggak diborgol.
Baca Juga: Minta Eksepsi Ditolak, Kubu Pinangki Balas JPU: Dakwaan Kebanyakan Ataunya
“Ini kalau temannya sendiri jenderal polisi nggak diborgol. Mahasiswa aktivis diborgol, taipan yang brengsek-brengsek, Djoko Tjandra bebas tangannya lepas, apaan ini?” katanya dengan nada meninggi.
Rizal kemudian mengulas bagaimana sejarah perjalanan peran Polri.
Dulu TNI dan Polri tergabung dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Namun seiring angin reformasi, pemerintahan Presiden Gus Dur memisahkan TNI dan Polri.
Rizal Ramli yang saat itu menteri Gus Dur mengatakan, tujuan pemisahan polisi dari TNI ini supaya Polri menjadi pengayom rakyat. Tapi realitasnya saat ini, ekonom senior itu melihatnya belum terwujud sepenuhnya.
“Tapi hari ini, pada waktu itu kita hapuskan dwi fungsi. Hari ini TNI tidak dwi fungsi, polisi multi fungsi. Anggarannya 125 persen dari tiga angkatan dan kelakuannya itu mohon maaf deh. Saya banyak teman polisi,” kata Rizal.
Berita Terkait
-
Sidang Hasto, Djoko Tjandra Diduga Danai Harun Masiku? Hakim Cecar Saksi Kasus Suap PAW
-
Ungkap Pertemuan Harun dan Djoko Tjandra Terjadi Sebelum Suap Wahyu, KPK: Ada Perpindahan Uang
-
3,5 Jam Dicecar KPK, Djoko Tjandra Bungkam soal Kasus Harun Masiku!
-
Diperiksa KPK 3,5 Jam, Djoko Tjandra Mengaku Tak Kenal Harun Masiku hingga Hasto Kristiyanto
-
Diam-diam Diperiksa KPK, Apa Kaitan Djoko Tjandra dengan Buronan Harun Masiku?
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin
-
Semangat Merah Putih di Asian Games 2026, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar