SuaraBatam.id - Gelombang protes terhadap pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR RI terjadi hampir di berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya itu, belum lama ini sebuah potongan video lawas presiden Joko Widodo kembali viral di media sosial twitter. Dalam video tersebut, Jokowi nampak berada di podium di hadapan audiens.
Di video yang diunggah @RachlanNashidik itu ia menegaskan, pemerintah dan negara melindungi rakyatnya. Ia juga menyoroti banyaknya rakyat yang dipukuli dimana-mana adalah hal salah.
"Di undang-undang kita, jelas bahwa pemerintah melindungi rakyatnya. tapi yang terjadi pemerintah malah seperti ini (menunjukkan video kekerasan petugas terhadap sipil). Mukuli rakyat seperi ini," ujarnya dalam video tersebut.
"Keliru ini, sudah melanggar undang-undang kalo (menurut) saya. Dan ini sekarang terjadi dimana-mana. Saya ingin memberikan inspirasi bahwa yang dilakukan seperti ini adalah keliru!" sambungnya.
Sontak video tersebut mendapatkan beragam tanggapan dari warganet. Mereka membandingkan ucapan Jokowi tersebut dengan fenomena yang terjadi baru-baru ini.
"Rindu berat sama Bapak yg ada di video ini.. gak pantes Pemerintah itu mukulin rakyat... kleruuuu," ujar akun @AhnafMirza1.
Tidak sedikit pula netizen yang gemas dengan pidato yang dilakukan Jokowi tersebut.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya juga turut menyoroti adanya kabar hoaks penghapusan hak cuti di media sosial.
Baca Juga: AJI Indonesia: Jurnalis Jakarta Terbanyak Alami Kekerasan Liput UU Ciptaker
"Adanya kabar yang menyebutkan bahwa semua cuti, cuti sakit, cuti kawinan, cuti khitanan, cuti baptis, cuti kematian, cuti melahirkan, dihapuskan dan tidak ada kompensasinya," ujar Jokowi dalam youtube Sekretariat Presiden, Jumat (9/10/2020).
Berita Terkait
-
AJI Indonesia: Jurnalis Jakarta Terbanyak Alami Kekerasan Liput UU Ciptaker
-
Anies Mengaku Tak Bisa Sampaikan Aspirasi Ketika Bertemu Jokowi
-
Polisi Tetapkan 87 Demonstran Tolak Omnibus Law di Jakarta Jadi Tersangka
-
Kericuhan Demo UU Ciptaker: 5.918 Diamankan, 240 Proses Pidana, 87 Ditahan
-
Merasa Jokowi Berubah, Gus Sahal Singgung Adanya Proses DeJokowisasi
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bos Klub Malam Ditangkap Diduga Terkait Pengeroyokan Polisi di Tanjungpinang
-
Anggota DPRD Lingga Capt Ahmad Pajar Meninggal saat Menunaikan Ibadah Haji
-
Geger Pulau di Lingga Kepri Dijual Online Seharga Rp65 Miliar
-
Investasi Rp88 Triliun untuk Bangun AI Data Centre di Nongsa Batam
-
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kontainer Mineral Ilegal di Batam