SuaraBatam.id - Masa remaja adalah masa yang menyenangkan. Selain itu, di umur tersebut, para remaja cenderung penasaran dengan berbagai hal, tak terkecuali seksualitas.
Bila tidak mendapatkan arahan dan pembelajaran yang benar. Bukan tidak mungkin seorang remaja yang penasaran dengan tubuhnya justru terjerumus dengan hal-hal yang negatif.
Seperti yang beru-baru ini diperbincangkan di media sosial. Salah seorang gadis yang baru berusia 16 tahun asal Johor, Malaysia berikut, ia membuat orang tuanya kaget dengan tindakan yang ia lakukan.
Berawal saat sang ibu menemukan bekas ciuman atau "cupang" pada leher putrinya tersebut.
Awalnya sang putri tak mau mengaku, namun setelah berkali-kali didesak dan diinterogasi, gadis itu akhirnya mengaku pernah berhubungan intim dengan lima pria berbeda.
Dari pengakuannya, gadis 16 tahun itu pertama kali melakukan hubungan intim tak lama setelah menyelesaikan ujian Penilaian Menengah Rendah (PMR) di sekolah menengahnya, pada Oktober 2018 lalu.
Saat itu, seorang teman pria dan dua sepupu prianya menjemputnya saat pulang sekolah. Setibanya di rumah, mereka mendapati rumah sedang kosong.
Entah apa alasannya, gadis tersebut nampaknya tidak menolak ketika diajak untuk berhubungan badan layaknya suami istri bersama tiga pria berbeda.
pada kesempatan itu, berarti si gadis telah melakukan hubungan intim dengan tiga pria berbeda secara bersamaan.
Baca Juga: Masa Remaja Ratu Elizabeth II Terungkap, Sempat Ingin Kawin Lari?
Tidak berhenti sampai disitu, fakta lain mengejutkan sang ibu. Anaknya mengaku, bahkan ia kembali melakukan hubungan seks dengan dua pria berbeda lainnya di kesempatan lain.
Ia melakukan hal ini kedua kalinya pada Maret 2019 lalu hingga akhirnya membongkar semuanya. Sang ibu yang menginterogasinya mengetahui tak lama setelah peristiwa itu terjadi.
Ibunya lantas mendesak sang putri untuk melakukan laporan polisi.
Polisi akhirnya berhasil menahan lima pria yang melakukan hubungan intim dengan gadis tersebut untuk diinterogasi. Usia mereka antara 16 – 20 tahun.
“Lima tersangka tidak memiliki catatan kriminal sebelum kejadian ini, dan akan dikembalikan selama empat hari mulai 4 Maret. Tiga dari lima tersangka adalah siswa sekolah menengah, dan dua lainnya adalah siswa putus sekolah dan penjaja air mineral,” ujar Asisten Komisaris Dzulkhairi Mukhtar kepolisian daerah Iskandar Puteri, melansir Padangkita (jaringan Suara.com).
Gadis tersebut diketahui hanya tinggal berdua dengan sang ibu di rumahnya daerah Kangkar Pulai, Iskandar Puteri, Johor.
Berita Terkait
-
Cupang Leher Kepergok Ibu, Kaget Kelakuan Anak Gadisnya Habis Ujian PMR
-
Masa Remaja Ratu Elizabeth II Terungkap, Sempat Ingin Kawin Lari?
-
Viral Ajakan Serius Tapi Minta Hubungan Intim, Warganet: Astaghfirullah!
-
Lagi Mabuk Bareng, Cowok yang Ciuman sama Anggota DPRD dari PDIP Diduga PNS
-
Terpopuler: Pria Terjebak di Tubuh Remaja 14 Tahun, dan Shio Hari Ini
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pemprov Kepri Investigasi Kasus Ratusan Siswa Keracunan MBG di Anambas
-
BRI Hadirkan Promo Kartu Kredit, Belanja di Luar Negeri Lebih Hemat dan Praktis
-
Kasus Polisi Muda Tewas Dianiaya, Empat Anggota Polda Kepri Dipecat
-
Mudahkan Akses Uang Tunai, BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay
-
Inovasi dari Perbatasan: Li Claudia Chandra Diganjar KWP Award 2026