SuaraBatam.id - Diduga bergelagat 'aneh', kepolisian kini tengah menyelidiki sebuah kelompok masyarakat di Garut yang menamakan diri Paguyuban Tunggal Rahayu. Pasalnya organisasi tersebut berniat mengganti lambang Garuda Pancasila sebagai lambang negara dan mencetak uang sendiri.
"Cyber patrol kita sudah bergerak, dan kita juga gaet Kesbangpol Garut untuk tindak lanjutnya," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago saat dihubungi via ponselnya, Rabu (9/9/2020).
Erdi menyebut pihaknya juga berkoordinasi dengan Kesbangpol, pihaknya juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi terkait dengan munculnya kelompok masyarakat tersebut.
"Kita juga sudah mintai keterangan beberapa saksi untuk mengetahui kelompok tersebut," ucapnya.
Sebelumnya dikabarkan, Paguyuban Tunggal Rahayu di Garut Jawa Barat tengah menuai sorotan. Komunitas itu membuat geger masyarakat karena mengubah lambang Garuda Pancasila dan mencetak mata uang sendiri.
Melansir foto dan video yang diunggah laman Facebook terkait, ada perbedaan bentuk gambar Garuda Pancasila yang mereka tunjukkan dengan yang dimiliki Indonesia sebagai lambang negara. Namun, berbeda dengan garuda pancasila biasa, kepala burung dalam gambar itu mengarah ke depan.
Februari 2020 lalu, Paguyuban Tunggal Rahayu di Desa Banyusari, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, juga sempat membuat geger.
Warga setempat mengklaim, paguyuban itu adalah kelompok yang hendak mendeklarasikan kerajaan baru. Namun, kala itu, aparat desa memastikan tak ada kerajaan baru di wilayahnya.
"Sebetulnya di Desa Bayusari itu, tidak ada kerajaan, setahu saya hanya ada paguyuban. Yaitu Paguyuban Tunggal Rahayu Ampera Kandang Wesi," ungkap Junadi, Kamis (20/2/2020).
Baca Juga: Positif Covid-19, Penyanyi Yopie Latul Berpulang
Kontributor : Cesar Yudistira
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Hadirkan Pilihan Investasi ESG untuk Dukung Tujuan Keuangan Jangka Panjang
-
Lion Air Rute Batam-Jambi Batal Terbang Gegara Kabut Asap
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri