SuaraBatam.id - Seorang warga Rempang sempat menyayangkan peran Lembaga Adat Melayu (LAM) dan tokoh melayu lainnya dalam memperjuangkan lahan di wilayah itu.
Video tersebut diunggah ulang @majeliskopi kemarin, 8 September 2023.
"Satu lagi yang kami khawatirkan mengapa tokoh-tokoh melayu diam dengan isu ini, ada apa? mana LAM! mana organisasi-organisasi lain, masa anaknya kami sekarang ini dibiarkan," ujar seorang pria berambut gondrong di video tersebut.
Namun pertanyaan itu seakan terjawab setelah Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, mengeluarkan maklumat pada 9 September 2023 dan menentukan sikap mereka.
Baca Juga:Bentrok di Pulau Rempang: Kami Tidak Ingin Relokasi, Kalau Relokasi Hilang Sejarah Kami
Surat itu menyampaikan beberapa hal, satu di antaranya mereka mendukung rencana pembangunan di Rempang.
Berikut bunyi maklumat tersebut:
MAKLUMAT LAM UNTUK REMPANG GALANG
Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam memaklumkan, bahwa :
1. Mendukung rencana Pemerintah untuk membangun Rempang Galang yang memberikan manfaat
sebesar-besarnya kepada masyarakat setempat khususnya, Bangsa dan Rakyat Indonesia
umumnya.
2. Kedepankan musyawarah mufakat, dialog, diskusi dan berunding untuk menyampaikan keinginan
masing-masing pihak, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
3. Hindari gesekan dan menghormati Hak Asasi Manusia.
4. Meminta agar masyarakat yang ditahan dikembalikan ke pihak keluarga dengan memberikan
nasehat-nasehat yang baik kepada mereka.
5. Meminta semua pihak menjaga langkah dan tingkah yang sopan dan santun.
Baca Juga:Mahfud MD Irit Bicara Soal Aparat Tembak Gas Air Mata ke Warga Pulau Rempang
Surat itu ditanda tangani oleh Nyat Kadir dan Raja Muhammad Amin.
![Maklumat LAM [ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/09/09/99890-maklumat-lam-ist.jpg)