BRI Proaktif Berkordinasi dengan Kepolisian dan Mengawal Pengungkapan Kasus Kejahatan Perbankan

BRI hanya menggunakan saluran komunikasi resmi milik perusahaan.

Fabiola Febrinastri
Jum'at, 20 Januari 2023 | 10:00 WIB
BRI Proaktif Berkordinasi dengan Kepolisian dan Mengawal Pengungkapan Kasus Kejahatan Perbankan
Polri mengungkap kejahatan perbankan, Jumat (19/1/2023), di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta. (Dok: BRI)

SuaraBatam.id - Kepolisian Republik Indonesia kembali mengungkap dan menangkap pelaku pembuat dan penyebar file link Aplikasi APK bermodus phising melalui jejaring platform sosial media, Jumat (19/1/2023), di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.

BRI secara aktif terlibat dalam mendukung proses penyelidikan dan proses pengungkapan serta penangkapan para pelaku berjumlah 13 orang. Terkait dengan adanya berbagai modus kejahatan perbankan tersebut, BRI bertindak proaktif melakukan kordinasi kepada pihak Kepolisian dan mengawal pengungkapan kasus tersebut hingga pada proses penangkapan.

Berdasarkan hasil investigasi yang dipaparkan oleh Bareskrim Polri, diketahui terdapat 4 kelompok pelaku yang terdiri dari pelaku pengumpul data nasabah (rekening, username, password, nomor HP, dll), pelaku developer APK atau pembuat dan pengelola file APK palsu dengan modus agen pengiriman barang yang disampaikan melalui aplikasi pesan singkat dan perubahan tarif transfer; pelaku penipuan (yang mengirimkan pesan singkat disertai file APK kepada korban; yang terakhir pelaku kuras rekening.

Setelah memperoleh data data pribadi korban, pelaku kemudian mengambil alih internet banking dan melakukan transaksi pemindahan saldo ke beberapa rekening penampungan atau berbagai akun e-commerce sampai akhirnya dilakukan penarikan dana. BRI bekerjasama dengan Kepolisian melakukan analisa dan melakukan tracing alur aliran dana tersebut dalam rangka mengungkap identitas para pelaku.

Baca Juga:Himbara Optimistis pada 2022, Bank-bank Milik Negara Bisa Melampauinya dengan Sangat Baik

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan 75 alat bukti dari 13 tersangka, diantaranya CPU yang digunakan untuk melakukan render data, sejumlah ponsel dari berbagai merek yang digunakan para tersangka untuk menyebarkan pesan singkat, dan laptop serta flaskdisk untuk menyimpan data tindak kejahatan para tersangka.

Para tersangka dijerat Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) dan/atau Pasal 46 ayat (1) Jo 30 ayat (1) UU ITE, Pasal 46 ayat (2) Jo 30 ayat (1) UU ITE, Pasal 50 Jo 34 ayat (1) UU ITE, 48 ayat (1) Jo 32 ayat (1) UU ITE.

Direktur Manajemen Risiko BRI, Agus Sudiarto, mengatakan BRI secara proaktif terus berkordinasi dan menjalin komunikasi bersama Kepolisian guna mendukung proses pengungkapan dan penangkapan kejahatan perbankan tersebut. Hal ini sekaligus dapat menjadi efek jera bagi para pelaku kejahatan sejenis.

“Pengungkapan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk terus berhati-hati atas berbagai modus penipuan yang saat ini kian marak terjadi di masyarakat. Sekaligus menjadi penanda atas keseriusan BRI untuk menangani kasus ini bersama para pihak terkait,” jelasnya.

Agus juga menambahkan, BRI secara berkala terus melakukan edukasi pencegahan berbagai modus penipuan yang disebarkan melalui berbagai saluran komunikasi, seperti Social Engineering, Phising, dan sebaran File APK Palsu. Edukasi melalui berbagai media resmi perseroan tersebut diharapkan dapat meningkatkan awareness masyarakat agar dapat terhindar dari berbagai modus kejahatan perbankan.

Baca Juga:Direktur Utama BRI: Presiden Jokowi Beri Arahan agar Semua Pihak Mendukung Hilirisasi Industri

“BRI terus mengimbau kepada nasabah agar senantiasa berhati-hati dalam melakukan transaksi finansial, yaitu dengan menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan (user name, Password, PIN, OTP, dsb). Nasabah wajib merahasiakan itu dari siapapun, termasuk keluarga, kerabat, maupun petugas bank,” tegasnya.

Lebih lanjut, BRI hanya menggunakan saluran komunikasi resmi milik perusahaan (verified/centang biru) yang dapat diakses nasabah melalui website di alamat www.bri.co.id, Instagram: @bankbri_id, Twitter: bankbri_id, kontak_bri, promo_bri, Facebook: Bank BRI, Youtube: Bank BRI, Tiktok: Bank BRI, dan Contact BRI di nomor 14017/1500017.

News

Terkini

Akibatnya sebanyak 30 rumah warga di kawasan itu terendam banjir sejak dua hari terakhir.

News | 20:52 WIB

Saat dipantau suarabatam.id, postingan tersebut sudah dihapus namun sempat terekam situs berita batamnow dan memuat ulang postingannya.

News | 11:29 WIB

Mereka menyebut Air tidak mengalir sejak pagi tadi, Sabtu (21/1/2023). Selain warga Batam Center, warga Nongsa juga mengeluhkan hal yang sama.

News | 17:56 WIB

Misalnya perusahaan persewaan mobil Ace Drive mengatakan bahwa sebanyak 240 unit kendaraan milik mereka sudah penuh dipesan beberapa hari menjelang Imlek.

News | 17:49 WIB

Objek Wisata ini berada di seberang jalan utama depan Kantor Desa Kelumu.

News | 19:38 WIB

Priyono ditahan pada Kamis (19/1/2023) malam, menyusul Rudi Martono yang tempo hari telah lebih dulu digiring Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

News | 19:26 WIB

Petugas Imigrasi akan melakukan pemantauan pada sejumlah pihak- pihak Perusahaan, Instansi- Instansi di Karimun, terutama di pintu keluar masuk.

News | 20:42 WIB

Nelayan tersebut diketahui berasal dari Lingga. Melansir Batamnews, Kasatpolair Polresta Tanjungpinang, AKP Muhammad Akmal menjelaskan mayat itu ditemukan tadi

News | 17:12 WIB

Ansar sangat menyayangkan kejadian itu apalagi dilakukan oleh oknum guru di sekolah tersebut.

News | 13:02 WIB

Lanjut dia, korban kekerasan seksual adalah anak perempuan dengan pelaku paling banyak orang terdekat.

News | 15:38 WIB

Remaja 14 tahun ini mencabuli siswi SD yang berusia 11 tahun.

News | 15:33 WIB

Berselang setelah itu, Bunda Corla memutuskan datang ke Indonesia bertemu fans setianya.

News | 14:53 WIB

Beberapa wilayah pesisir di Kepulauan Riau diprakirakan terdampak banjir rob. Daerah tersebut diantaranya pesisir Karimun, Dabo, Batu Ampar dan Tanjung Uban.

News | 14:44 WIB

Di Instagram-nya, Larissa Chou mengutip qoutes berupa kalimat mutiara diduga sebagai balasan tudingan miring Alvin Faiz.

News | 19:21 WIB

Laki-laki itu bernama Sukiman (43) yang berdomisili di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

News | 19:10 WIB
Tampilkan lebih banyak