facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Datangi PT Moya Batam, Warga Sagulung Protes Harus Begadang Ambil Air Bersih: Tampung dari Tengah Malam Sampai Pagi

Eliza Gusmeri Selasa, 31 Mei 2022 | 16:34 WIB

Datangi PT Moya Batam, Warga Sagulung Protes Harus Begadang Ambil Air Bersih: Tampung dari Tengah Malam Sampai Pagi
Aksi dilakukan warga Kaveling Kamboja di depan Kantor Pusat Pelayanan Pelanggan Air Minum di kawasan Batam Center, Selasa (31/5/2022). [foto: suara.com/batamnews]

Ketua RT tersebut bersama Warga RW 15 Kaveling Kamboja, langsung memprotes buruknya layanan air bersih PT Moya.

SuaraBatam.id - Indra, Ketua RW 15 Kaveling Kamboja, Sanggulung, Batam mengungkapkan dirinya bersama ratusan warga harus begadang demi mendapatkan air bersih yang dikelola PT Moya setiap harinya.

"Ibu-ibu harus bangun jam 2 pagi. Itupun air hidup tak sampai ke bak mandi, sehingga harus ditampung lewat keran depan," kata Indra, saat mendatangi mendatangi Kantor Pusat Pelayanan Pelanggan Air Minum di kawasan Batam Center, Selasa (31/5/2022), dilansir dari batamnews.

Ketua RT tersebut bersama Warga RW 15 Kaveling Kamboja, langsung memprotes buruknya layanan air bersih PT Moya.

Mereka langsung mendatangi kantor PT Moya. Kalangan emak-emak yang ikut serta dalam unjuk rasa itu, membentangkan kertas berisi kritik keras terhadap buruknya pelayanan air bersih yang dikelola oleh PT Moya.

Baca Juga: Disdukcapil Batam Imbau Warga Berikan Nama Anak Minimal Dua Kata

Masalah air tersebut sudah diadukan warga kepada Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad beberapa waktu lalu.

"Usai kami mengadu, layanan membaik. Pasokan air lewat tangki datang, tapi itu tak mencukupi bagi kebutuhan warga," tambah Indra.

Menurutnya, unjuk rasa kali ini merupakan yang kedua kali digelar. Jika tak ada perubahan layanan ke yang lebih baik, ia bersama warga tak segan untuk menggelar aksi yang lebih besar.

Menurutnya, warga sudah banyak bersabar dengan buruknya layanan air bersih.

Sementara itu, Taher, warga Kaveling Kamboja menyoroti PT Moya yang memenangkan tender pengelolaan air bersih di Batam.

Baca Juga: Telur dan Cabai Makin Mahal di Batam, Alasan Disperindag Masih Sama: Kendala Stok

"Ini menurut saya tak layak dimenangkan (lelang), kalau bisa dikaji ulang karena tak lebih baik dari pengelola air bersih sebelumnya," ujar pria yang juga aktivis di Aliansi Rakyat Menggugat ini.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait