facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Singgung Kebebasan Berbicara, Elon Musk Berencana Buka Blokir Twitter Trump

Eko Faizin Rabu, 11 Mei 2022 | 10:06 WIB

Singgung Kebebasan Berbicara, Elon Musk Berencana Buka Blokir Twitter Trump
Bos Tesla dan SpaceX Elon Musk tiba di acara Met Gala 2022 yang digelar di Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat pada 2 Mei 2022. [AFP/Angela Weiss]

Menurut Elon Musk, memblokir akun Trump hanyalah memperluas pandangan politik Trump.

SuaraBatam.id - CEO Tesla Elon Musk baru saja membeli Twitter. Ia menyatakan akan membuka blokir terhadap akun milik mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Mengutip Reuters pada Rabu (11/5/2022), Elon Musk menyebut dirinya sebagai "absolutis kebebasan berbicara", tapi, tidak memberikan rincian soal rencananya ini.

Saat berbicara dalam konferensi Financial Times, dia mengatakan bahwa dia dan salah seorang pendiri Twitter, Jack Dorsey, meyakini blokir permanen seharusnya "sangat jarang" dan hanya boleh untuk akun yang menjalankan bot atau menyebarkan sampah (spam).

Gestur Donald Trump usai memberikan keterangan pers di Gedung Putih terkait penghitungan suara Pilpres AS 2020. (Foto: AFP)
Gestur Donald Trump usai memberikan keterangan pers di Gedung Putih terkait penghitungan suara Pilpres AS 2020. (Foto: AFP)

Ia menyatakan bahwa cuitan yang "salah dan buruk" harus dihapus atau dibuat tidak bisa dilihat, namun, akun hanya diblokir sementara.

"Saya rasa blokir permanen adalah mengecilkan kepercayaan di Twitter sebagai alun-alun kota, tempat semua orang bisa bersuara," kata Musk dikutip dari Antara.

Menurut Elon Musk, memblokir akun Trump hanyalah memperluas pandangan politik Trump. Dia menyebut keputusan memblokir adalah "bodoh sekali".

Twitter memblokir Trump secara permanen tidak lama setelah peristiwa kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021. Cuitannya dinilai memicu kekerasan.

Musk, yang masih menjabat sebagai CEO Tesla, membeli Twitter senilai 44 miliar dolar Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Dia diperkirakan akan menjadi CEO temporer setelah akuisisi selesai. (Antara)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait