Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin Tolak Wacana Wajib Booster untuk Perjalanan Domestik: Ada Apa Dibalik Itu?

Menurutnya kebijakan itu terkesan mendadak, jika benar-benar ingin menekankan angka penularan Covid-19, harusnya Pemprov Kepri dalam hal ini Gubernur Ansar Ahmad sudah menyamp

Eliza Gusmeri
Rabu, 23 Maret 2022 | 14:04 WIB
Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin Tolak Wacana Wajib Booster untuk Perjalanan Domestik: Ada Apa Dibalik Itu?
Wahyu Wahyudin (foto: antara)

SuaraBatam.id - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin menyorot wacana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau mewajibkan booster (vaksin ketiga) Covid-19 sebagai syarat perjalanan domestik

Menurutnya kebijakan itu terkesan mendadak, jika benar-benar ingin menekankan angka penularan Covid-19, harusnya Pemprov Kepri dalam hal ini Gubernur Ansar Ahmad sudah menyampaikannya sejak jauh hari.

"Ada apa di balik itu? Saya menolak adanya wacana syarat perjalanan di Kepri harus booster," ujar Wahyu, melansir Batamnews, Rabu (23/3/2022).

Ia mengilustrasikan, jika yang diberi vaksin kedua itu rentang waktunya antara bulan Oktober-November, maka kalau dihitung maju enam bulan, pada Mei dan April baru bisa dilakukan booster.

Baca Juga:Wapres Wacanakan Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik Lebaran, Pimpinan DPR: Kita Dukung Penuh

"Kalau ada aturan tiga bulan saja sudah bisa di-booster, harusnya dari awal itu disampaikan, karena sebelumnya vaksin booster harus dilakukan enam bulan setelah vaksin kedua. Ya, otomatis agak lambat," katanya.

Baca: Vaksin Booster Akan Diwajibkan Jadi Syarat Perjalanan di Kepri

Menurut Wahyu, seharusnya pemerintah menginformasikan secara cepat ke masyarakat perihal tempo waktu antara vaksin kedua hingga ketiga.

"Setelah tiga bulan divaksin kedua itu bisa di-booster, disampaikan secara gamblang kepada masyarakat melalui media-media, tokoh masyarakat dan stakeholder lainnya," kata Wahyu.

Jika wacana ini benar terjadi, ia sangat menyayangkan hal itu. Bisa saja terjadi keresahan di tengah masyarakat, mengingat tak lama lagi akan berlangsung Ramadan-Idulfitri.

Baca Juga:Tahun Ini ANS di Batam Bisa Mudik Lebaran dengan Persyaratan Ini

"Upaya pemutusan mata rantai Covid-19 ini memang harus kita lakukan. Tapi jangan terkesan mendadak seperti ini, takutnya nanti masyarakat resah. Apalagi nanti pas mudik lebaran, pasti banyak yang kecewa dengan kebijakan itu," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini