facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Konten Youtube Ilegal Dijual di NFT, Lengkap dengan Nama Situs dan Karya Seni Konten

Eliza Gusmeri Jum'at, 21 Januari 2022 | 13:33 WIB

Konten Youtube Ilegal Dijual di NFT, Lengkap dengan Nama Situs dan Karya Seni Konten
Ilustrasi youtuber (freepik)

NFT tersebut menawarkan hak alamat situs, termasuk karya seni dalam situs itu. Mereka menyebut fenomena ini sebagai hal yang menyedihkan, eksploitatif dan tidak hormat.

SuaraBatam.id - Sebuah konten Youtube diperjualbelikan secara ilegal melalui NFT di OpenSea. Tindakan ilegal itu diketahui oleh YouTuber Jim Sterling dan Caddicarus.

NFT tersebut menawarkan hak alamat situs, termasuk karya seni dalam situs itu. Mereka menyebut fenomena ini sebagai hal yang menyedihkan, eksploitatif dan tidak hormat.

Dikutip dari, blockchainmedia, Alanah Pearce dari Studio Santa Monica Sony juga mengalami pencurian foto dirinya terjual di OpenSea.
Bedanya, foto pengembang game tersebut dimodifikasi ke sampul majalah dewasa.

Kendati hal ini merupakan pencurian karya seni dan fotografi serta pelecehan seksual, semua NFT tersebut masih terdaftar di situs OpenSea.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Drama Thailand di YouTube GMMTV, Seru Ditonton saat Weekend!

Akun yang mencuri foto Pearce, Adult Erotic Arts, melakukan pengeditan foto selebritas ke sampul majalah dewasa disertai bahasa melecehkan tentang para selebriti itu.

Stephanie Sterling, pembawa acara di kanal YouTube Jim Sterling, berkata ia tidak terkejut ada pihak-pihak yang menjadi lintah dan mengubah konten kanalnya menjadi NFT.

“Hal ini menjijikkan, saya tidak memberikan persetujuan atas hal ini, saya tidak menginginkannya dan hal ini menunjukkan semua yang saya katakan soal betapa eksploitatif pasar ini,” tambahnya.

Pearce membagikan halaman fotonya dan menjelaskan ia tidak memberikan izin.

“Seseorang mencuri foto yang saya miliki lalu menambahkan logo situs dewasa dan menjualnya sebagai NFT untuk mencari untung. Saya sudah tidak sabar mengajukan tuntutan hukum,” jelas Pearce.

Fotografer Noam Galai yang bekerja sebagai pemotret selebriti menghasilkan foto dirinya berteriak yang kemudian menjadi viral di puluhan negara. Foto ini bahkan menjadi spanduk revolusi yang berhasil menjatuhkan diktator di rezim-rezim yang belum pernah dikunjungi Galai.

Baca Juga: Tak Mau Kalah dengan Ghozali Everyday! Lamborghini Kini Juga Jualan NFT Pertamanya, Harganya Bikin Melongo

Terjadi ribuan kasus penggunaan foto The Scream karya Galai tanpa izinnya. Ia kini berkolaborasi dengan pakar blockchain Keevo dan NgraphT untuk mengklaim kembali karyanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait